Kamis, 11 Juni 2015

I Found Nemo!

   Tahu ikan Nemo, kan? Ikan kecil cantik berwarna putih dan oranye? Awalnya, gue nggak menduga kalau ikan tersebut hidup di perairan Indonesia. Tapi, setelah mengetahui pulau Pahawang dan mengikuti tripnya, barulah gue tahu! Ikan Nemo ini sendiri tidak terlalu banyak jumlahnya di perairan Pulau Pahawang. But, lucky me, I found the nemo!

   Perjalanan ketemu Nemo gue dapatkan dari mengikuti trip ke Pulau Pahawang, Lampung, bersama rombongan teman-teman bulan Januari tahun ini, 2015 lalu. Salah 1 adek gue, Elda, juga ikut. Perjalanan ke Pulau Pahawang kami tempuh setelah menaiki kapal ferry bau dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakaheuni, Lampung, lalu dilanjutkan menaiki bus carteran rombongan trip yang jelek, tanpa AC, kursinya keras dan bikin leher pegal; selama 4 jam! Cukup panjang memang waktu tempuhnya. Tapi setidaknya, harga terbayarkan.
 
   Untuk acara trip ke pulau, pasti lah ada snorklingnya. Selama snorkling, baru kali ini gue puas karena itu lah snorkling pertama kali gue berani menanggalkan life vest gue! *bangga* Selama ini gue selalu snorkling pakai life vest, tetapi dengan menganut asas, "There's always a first time", gue pun memutuskan untuk menjadikan saat snorkling di Pulau Pahawang sebagai first time gue untuk berani berenang di tengah laut dan snorkling tanpa life vest! Rasanya? Pastilah deg-degan. Tetapi, gue sangat-sangat puas. Ternyata, jauh lebih enak berenang di laut tanpa life vest! Udah gitu, kami juga banyak melihat ikan-ikan yang beraneka ragam, serta tentu saja bertemu dengan Nemo!


Ketemu bintang laut biru juga!
 
   Tapi, 1 hal yang gue sesalkan. Gue sempat memegang-megang karang lautnya untuk bertahan sewaktu foto-foto. Setelah gue sadari, hal itu kan seharusnya nggak boleh dikarenakan bisa menganggu ekosistem laut :( I am so sorry! Waktu itu gue masih newbie banget untuk urusan snorkling thingy begitu. Next time, I will never ever touch anything I see in the sea anymore! I promise!

The Team




Lotta love,
Esra Masniari Tambunan



Hey Beach! (Part II)

   Hola! Masih bercerita mengenai pantai di Lombok, yaa.
 
   Jadi, selama 2 hari semalam menghabiskan waktu di Gili Trawangan dan ikut tour 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno). Menurut gue, yang menarik dari Gili Trawangan itu sendiri adalah pantai paling ujung, dimana gue bisa menikmati sunset yang super cantik sambil minum dan menikmati musik reggae yang disetel abang-abang penjual minuman di situ. Everybody was literally really happy. That was one of the best moments in my life! Beach and reggae music? Equals heaven! Rasanya problem hilang sejenak hehe. Untuk snorkling nya sendiri biasa saja. Ikannya jarang dan kecil-kecil. Masih bagusan snorkling di Pulau Pahawang, Lampung, loh! Tapi, air dari laut di Gili itu sendiri, sih, yang memang bagus banget! Super biru dan jernih!

   Setelah puas menikmati Gili Trawangan, gue dan partner gue pun menaiki kapal yang sangat sederhana menuju Kota Mataram-nya Lombok. Tapi ternyata, kapal tersebut hanya mengantar kami sampai di Pelabuhan Bangsal. Sampai di Pelabuhan Bangsal kami harus mencarter mobil untuk menuju Kota Mataram. Seingat gue, harga carter mobil beserta supir adalah Rp 300.000,-. Itu pun secara diam-diam. Menurut si bapak, harga carter mobil paling murah adalah Rp 350.000,- tetapi karena dia belum dapat sewa seharian jadi didiskon aja.

   Selama di perjalanan yang menghabiskan waktu selama kurang lebih 3 jam, gue banyak ngobrol sama si bapak supir. Ternyata, Lombok sekarang jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tadinya, banyak turis asing yang suka menghabiskan waktu di Lombok, sampai-sampai Gili Trawangan penuh bule dan biaya hidup untuk wisatawan pun tinggi. Perbandingannya adalah, kalau di Jakarta harga laundry biasa per kg aja paling mahal Rp 8.000,- di Gili Trawangan harganya bisa mencapai Rp 25.000,-. Nah, lalu mengapa turis asing berkurang? Karena ternyata banyak turis yang seringkali ditipu-tipu saat berkunjung ke sana. Tentunya, para turis asing sering bertukar info mengenai tempat-tempat yang mereka sudah kunjungi. Sedihnya, kesan jelek lah yang mereka bagikan. Prihatin sekali, ya. Padahal Lombok bisa menjadi aset berharga buat pemerintahan lewat pariwisata.


   Long story short, gue dan partner tiba di Kota Mataram dengan selamat. Selama 2 hari di sana, kami dimanjakan sama pantai-pantai cantik yang luas dan masih sangat sepi. Salah satu pantai favorit gue adalah, Pantai Mawun! Baru kali itu gue benar-benar teriak luar biasa bahagia ketika mengunjungi sebuah pantai. Pasirnya luas, airnya hijau cantik, bersih dan sepi pula! Jaraknya cuman 15 menit naik motor dari penginapan kami di Kota Mataram. Sepanjang perjalanan ke Pantai Mawun pun kami dihibur oleh cantiknya pemandangan gunung dan bukit-bukit hijau. Indahnya nggak terkatakan. I love Mawun soooo much! Rasanya mengunjungi pantai itu cuma sekali nggak cukup! Sayangnya, waktu itu ombak agak cukup besar dan kami hampir terbawa ombak! Haha. Tapi kami malah ketawa-tawa setelah selamat. Gimana nggak ketawa, ternyata celana temen gue robek setelah hampir terseret ombak! Hahahahaha. Untunglah gue bawa celana jeans untuk dipinjamkan serta memakai celana renang, jadi temen gue nggak perlu pulang naik motor tanpa memakai celana! :D

I never wish to have lighter skin. I have always loved my tan exotic skin.

Mawun Beach, I'm in love.




Lotta love,
Esra Masniari Tambunan

 

Hey, Beach! (Part I)

   Hello! I'm back to work! Gue akui gue cukup malas untuk menulis blog akhir-akhir ini. Ditambah, gue lagi aktif-aktifnya ngegym, jadi waktu ngeblog jadi tergilas sama kegiatan-kegiatan rutin gue. But, again, gue merasa takut lupa sama apa yang udah gue jalani, so...


   Kali ini gue mau cerita betapaaaa gue kangennya sama pantai! Duh, dibanding hiking naik gunung, (I'm not a fan of hiking), gue jauh lebih menggemari pantai! Dibanding sama para travelers kece yang udah menyambangi puluhan pantai-pantai cantik, misalnya seperti travel writer idola gue, Trinity, tentulah pengalaman mengunjungi pantai-pantai cantik gue masih cetek. So far, sampai tulisan ini dibuat, pantai tercantik yang pernah gue kunjungi adalah PANTAI MAWUN, Lombok!
 
   Gue mengunjungi Lombok bulan Desember tahun 2014 lalu. Awalnya, gue mengunjungi Bali, which has always been my favorite place. Gue sangat-sangat cinta Bali, sih. Sampai-sampai gue bercita-cita ketika tua nanti, gue harus menghabiskan waktu gue bersama pasangan untuk tinggal di kawasan Ubud. I've been in love with Ubud since 2011, the second time I went there. Waktu itu gue menghabiskan 8 hari di Ubud, berkaitan sama acara UWRF (Ubud Writers and Readers Festival). Momen selama 8 hari di sana benar-benar menyisakan kenangan indah yang ngangenin parah! Ya dimulai dari itu lah kali pertama gue mengikuti acara super keren begitu, kerja sama orang-orang asing dari berbagai negara, kemana-mana jalan kaki or naik sepeda (padahal jalanan Ubud itu naik turun!) demi hemat ongkos, and... was secretly in love too! Haha. 8 hari bisa jatuh cinta? Ya, udah kayak di film-film emang lol. That was super fun, so I have always wanted to go back to Bali. Kalau bisa, sih, every year!
 
   Ok, back to Lombok story. Jadi, setelah menghabiskan 3 hari 2 malam bersama teman-teman di Bali untuk benar-benar sekedar having fun, gue dan teman gue, mengunjungi Gili Trawangan! I loved Gili Trawangan. Airnya sih yang super cantik yang bikin betah. Tapi, sialnya, gue salah milih penginapan! Tergiur sama keeksotisan penginapan gue, mata gue pun tertutup sama lokasi penginapan yang sangat nggak strategis itu. Bayangkan, di Gili Trawangan itu alat transportasi hanyalah sepeda dan semacam delman. Berhubung gue nggak suka melihat kuda diperlakukan sebagai alat transportasi yang menurut gue semacam menyiksa, gue pun memutuskan untuk selalu mengendarai sepeda. Rupanya, jarak 10 menit bersepeda dari penginapan ke pusat keramaian Gili Trawangan bikin gue semaput!
 
   Gili Trawangan bisa dibilang belum punya sistem penerangan yang cukup. Jalanan dari pusat Gili Trawangan ke penginapan gue itu nggak ada lampu yang memadai. So, benar-benar gelap kalau di malam hari. Niat untuk party malam hari pun gagal karena mengingat kami harus naik sepeda gelap-gelapan pulangnya. We tried once, though. Dan bisa ditebak, karena super gelap, gue pun jatuh dari sepeda dan luka!-___- Sakit di kaki gue masih berasa setelah 3 bulan setelah peristiwa itu. Amazing, wasn't it? Duh, nggak lagi-lagi! Saran gue, tetaplah berpegang teguh pada prinsip: "Penginapan boleh murah dan unik tapi tetap harus berlokasi strategis untuk kemana-mana."



When I was just arrived in beautiful Gili Trawangan


to be continued.......

Selasa, 10 Maret 2015

My Travelling Life At the Moment

   (I was writing this part during my trip using train to Malang from Jakarta, March 10th, 2015)

   HELLO! I am on my way to Malang by train at the moment and dunno what to do because I have no friends to chat haha. Yeah, gue lg nyoba solo travelling ke Malang ini! Gue memutuskan buat sum up my journey in recent past times aja deh.

   SINGAPORE (PART II)
   Actually I should have written my story about my journey to Singapore with my sister like a year ago! Can you imagine how busy (or sok busy) I am? Soo yg bikin gue sempet absen ngelanjutin blog gue was I was really busy looking for a job that time and finally once I got accepted, berbagai kesibukan langsung melanda gue. Jadi, sempet vakum utk ngelanjutin, deh. But, I still need to carry on the story because I don't wanna forget my journey yg sangat sangatlah mengesankan dan membahagiakan ehe.
   Berawal dari lanjutan cerita mengenai jalan ke Singapore bulan Maret tahun 2014 kemaren, intinya gue ke USS sama adek gue dan itu gokil berat! The gokil part was waktu kita bawa 1 ransel kita yg berisi barang-barang yg kita butuhkan selama di USS and it turned out to be such annoying! The better part was when we found out that USS gave the visitors a free locker for rent, yet it was only for limited time. I guess cuman buat sekitar 30 menit, yaa. What was even more gokil adalah tiap 30 menit, setelah kami menikmati satu permainan, kami harus lari-lari to take our stuffs out from the locker. If we were late? We had to pay haha. Kebayang ngga berapa kali kami lari-larian untuk ngambil ransel kami? However, USS made us happy as cray! My most favorite ride was Transformers! Aaahh itu keren banget, asik parah. I think I'll have another trip to Singapore around June this year, and without any doubt, I'll go back for the USS!


   KILUAN BAY, LAMPUNG (March 2014 - too bad I don't remember the exact date)
   I had this trip with my former office mates at English First. As I recall, I went there with Lita, Kuri (Lita's friend), Agnes, Yuli, and his brother, Jack, Sly, Leslie, Paul, and Lewis! Tapi kami joined an open trip from Travollution gitu, jadi yg ikut nggak cuman kami aja. Titik point trip ini adalah di Pelabuhan Merak pada pukul 23:00 WIB. Waktu itu hari Jumat, jadi kami berangkat langsung from our office after work. We took ARIMBI bus and you know what, di tengah-tengah perjalanan, my bule friends drank whisky yaelah hahaha. They were also freaked out when they almost couldn't find any beer in Pelabuhan Merak lol. Long story short, the journey was fine, perfectly fine, I could say. We luckily got to meet the lovely dolphins!!! Beberapa orang bilang kalau agak susah untuk bertemu sama para lumba-lumbanya nowadays, but since I know I'm a lucky if it's about travelling, we saw the dolphins! Yg paling menakjubkan selain pertemuan dengan lumba-lumba adalah naik jukung pagi-pagi, lalu menyaksikan matahari terbit di tengah-tengah laut yg kalem aaah it was so wonderdul! Indahnya sampai sekarang masih membekas. Another place in Kiluan Bay that we visited was the Lagoon. Agak sedikit tracking menanjak utk mencapai Lagoon, but it was worth it. More surprise was when we were at the boat to go back to the dermaga. Lautnya lagi jelek banget dan perahu kami gonjang-ganjing nggak karuan sampai miring sekali lalu menyiram orang-orang yg lagi tiduran! That was a little bit awful because we were on the boat for like 3 hours. But, the rest were fine. We were safe and happy. You could find the photos of my trip collection in my instagram account: esratambunan. I don't have any photos of it to upload on my phone currently.




to be continued...

Sabtu, 11 Oktober 2014

Surat Untuk Pak Bowo

   OMG. I wrote this and saved it into the draft. Well, I know people have forgotten the open letter rumor several months ago. But, I think I still need to post it. So...





   Good day, sir. I am writing to you here because I don't know how to post it in on tumblr and I don't want to find out how to either. So, I let my soul writes here and I hope someday, somehow, you'll be able to read this open letter to you.

   I'm surprised to see many people are concerned about you and they want to spare some time to write to you. Either you're willing to read it or not, (well, actually you'll be just fine when you read those letters) those letters still come up everyday. I 'm interested in expressing my thoughts about you because I'm also interested in your exceptional character. I mean, look at you! You definitely love yourself and you've got great ambition to be the greatest person in my lovable country, Indonesia.
   Dear, Mr. Prabowo, your life must be hard. You know; there is a metaphor in this world about an egg and boiling water. This raw egg used to be soft and mild before it is boiled in a boiling water. When it comes up from the hot water, the egg becomes cooked and no longer soft. All I can think about this metaphor someway, is you. Well, not exactly only you. It's me and you. I know how it feels like. I can still smell the blessedness of my childhood. It's a great fortune for me. I was just young and happy. I didn't know what pain was. I only cried when I wanted some snacks that my dad banned to be eaten by his kids. When I grew older and more mature, I knew pain. Maybe it's not as painful as yours, but I felt pain too. I cried several times; trying to fix my heart, but it didn't heal quickly like I've always wanted. I became that cooked egg; I'm no longer soft and mild. I was angry with what happened in my life. Again, I'm no longer that soft raw egg. And now, I looked at my reflection on you. You are exactly just like me. You didn't want to lose because losing is pain. Yea, I know because when I knew what pain was and how exactly that hurt me so bad, I unconsciously pulled the strength out of myself. It was great sometimes because I don't fear, but do you know when I am too strong I hurt people around me too?

   I am writing to you in a very painful condition right now. I have a big problem and I start to feel pain as well. It's just again, suddenly I remember you.

   Mr. Prabowo, you're not alone. I am also great and smart; without intending to exaggerate or show off, and I also have so many plans for Indonesia. I want - really really want - Indonesia to become a very great country. I don't want the money. I have no heart to see some people begging for food on the street while I am here; looking for the way how I should I spend my money for. However, I can't see myself become a president, rule our country. I am a self-centered woman. Maybe not always, but I can't lose. I don't want even to start as a candidate. I never look up to it. Wondering why? I am that cooked egg. I still figure out how to be a well cooked delicious egg.

   We're just the same. Mind to make it happen together? Don't worry, I can't lose too.





Esra Masniari Tambunan

Hello, Singapore!

   OMG! It's been ages since I haven't posted anything on my blog! It's dusty everywhere haha. I feel bad to myself, tho! I shouldn't be sok busy! Ok, gue sebenenrnya mau menceritakan pengalaman perjalanan gue yg menyenangkan bersama adek gue di Singapore, last March 2014. Oh, well, it's October already. Basi dan telat banget ga sih? Hm!

   Ok, I'm gonna try to remember what I did with sister in Singapore and here we go..

   Gue sama adek gue, Ester, pergi ke Singapore setelah melewati 2 hari yg menyenangkan di Malaysia. Tidur di airport yg super duper dingin, jalan kaki jauh banget karena salah turun di stasiun monorail, dan menikmati wisata kuliner di Kuala Lumpur, sooo we continued our journey to Singapore by using train. Kita berangkat pukul 23.00 I guess? Dan tiba di Singapore, tepatnya di stasiun Woodlands pada pukul 07.00 pagi. Anyway, keretanya juga dingin banget! *sob* Gue dan adek gue terbangun beberapa kali, selain emang terbangun untuk cek paspor di bagian imigrasi, karena kedinginan. Padahal gue udh pake jaket, pashmina, kaos kaki, masker, tapi tetap aja kedinginan! Huh. Sampai di Singapore, kita berdua naik bus nomor berapa ya, lupa-_- setelah agak bingung sebenta. Untungnya kita dipandu sama orang Indonesia yg kita kenal di kereta tadi. Setelah melewati perjalanan selama sejam di dalam bus, akhirnya kita sampai di main city of Singapore! Kita berhenti di bus stop Little India dan jalan kaki selama sekitar 10 menit, lalu nyampe deh di hostel kita, Footprints Hostel!
   Nginep di Footprints Hostel recommended, kok. Untuk 2 malam berdua, biayanya sekitar 750an ribu Rupiah di dorm yg isinya mix (cowok & cewek) ber 10. Itu kamar yg paling murah haha. Kamar mandinya bersih dan kamarnya ya lumayan, lah. Ber 10 cukup rame tapi ngga berisik. Seru juga karena kami ketemu orang-orang baru. Dari Ghana, Chile, dan India! Too bad, I forget their names-_- Because we rarely stayed at the hostel to have a conversation. Kami kebanyakan keluar dan keliling-keliling, right. Malem aja kami masih belanja di Mustafa Center dan sampai hostel sekitar jam 1 LOL.
 
   Ok, so, hari pertama gue dan adek gue langsung keliling Singapore untuk pergi ke tempat-tempat yg must visit banget di sana. Of course you know, Merlion Statue, was one of the places that I mentioned above. Gampang kok ke sananya. Ohya, kami menggunakan MRT yg bener-bener cepat dan mudah! I'm in love with MRT! I wish Indonesia could have one someday (AMEN). Tiket MRT kami beli di stasiun MRT Bugis ya kalau ngga salah namanya, untuk 3-day-pass, berhubung kami emang berada di Singapore selama 3 hari. Jadi dapet kartu gitu. Lupa harganya. Again, I'm sorry huhu.

Me and my sister in Merlion Statue
   Sehabis puas-puasin menikmati pemandangan dari dekat Merlion Statue, we went to Orchard Road. Di sana, sumpah ya, gue sama adek gue bener-bener jalan di sekitaran Orchard Road yg luas parah buat nyari es krim Uncle!! Dan itu MELELAHKAN BANGET! Our feet were hurt so much till we barely could sleep at night! Susah juga nemuin tuh es krim. Sekalinya nemu jaraknya beda 10 meter doang. Kami beli es krimnya 2x. Emang enak, sih. Murah pula cuman 1 SGD. Tapi selain karena enak dan murah, kami ngga mau sia-sia nyari tu es krim sampai capek banget, jadi beli 2x hahah.

Uncle ice cream FTW (that day)! My fave is the mango one.
   Ice-cream mission is accomplished! Terus kita lanjut buat belanja sepatu di RUBI. Kebetulan emang udah berencana buat beli sepatu di sana dan adek kami, Elda, juga minta sepatu RUBI. Ngga nanggung-nanggung dia mah, minta oleh-olehnya!





to be continued...........







Esra Masniari Tambunan


Kamis, 22 Mei 2014

Rp 100.000 ke Malaysia (Part II)

   Here we go for the part II! Setelah menghabiskan beberapa jam semalam di airport yg superrr colddd, gue dan adek gue ready to explore KL! Sekitar jam 08:30 pagi, kami naik bus ke KL Sentral. Harga tiketnya saat itu MYR 8. Di bus kami nggak tau apa-apa karena langsung tidur nyenyak sampe tiba di KL Sentral haha. Ohya sebelumnya kami ngisi perut pake pop mie yg kami bawa dari Indonesia. Air panasnya ngambil dr drinking tap. Kami nggak beli makan lagi karena kami pikir bakal sarapan di Bukit Bintang, KL. Long story short, setelah tiba di pemberhentian KL Sentral, kami langsung nyari ticket booth untuk naik monorail ke Bukit Bintang. Rada jauh dari pemberhentian bus. Dan tas kami itu berat gilak! Kebetulan pemberhentian bus nya itu di daerah stasiun KA Sentral dan ada locker untuk nitipin barang di daerah WC. Awalnya kami PD aja mau bawa-bawa tas kami kemana-mana selama mengexplore KL. Tapi, setelah beberapa langkah menuju monorail, kami nggak kuat dan memutuskan untuk nyewa locker aja haha. Lockernya beda-beda besarnya. Harga sewa locker dari MYR 5-MYR 20. Dan lockernya banyak yg nyewa, lhoo.. Jadi bisa juga nggak kebagian. Lucky us, kami dapet locker yg cukup untuk tas kita berdua. Harganya MYR 10. Setelah itu kita berangkat deh dengan tentengan seadanya dan ringan untuk mengexplore KL!^^

   Naik monorail, kami dapet koin biru gitu. Jadi bilang ke mbaknya (mbaknyaaa haha) mau ke Bukit Bintang, lalu dia kasih tau harganya, which was MYR 2.10 dan kita dikasih koin biru dari plastik. Setelah itu, tap koinnya, masuk untuk nunggu monorail. Setelah sampai di tempat yg dituju, koinnya dimasukin untuk keluar, deh! Praktis, yaa. Jauh dari yg namanya macet. Nyaman, deh. Tadinya mau makan di Jalan Alor, Bukit Bintang, tapi kami waktu itu agak bingung dan mutusin untuk langsung ke Petronas Tower dulu aja. Perut kami isi lagi pake cemilan yg kami bawa dari Indo. Laluuu kami jalan kaki ngikutin palang serta nanya-nanya orang untuk sampai ke Petronas Tower a.k.a Twin Tower dan itu jaaauuuhhh sekaliiiii dari daerah Bukit Bintang T.T Jauh banget pokoknya. Kalau mau tau seberapa jauh, coba sendiri aja :-/ Somehow, setelah pulang dari Petronas Tower, kami baru tau kalau mau deket untuk menuju ke sana, harusnya turun di stasiun berikutnya, after Bukit Bintang. Yaudahlah yaaa, itung-itung olahraga :))

Hi, Twins!

    Setelah puas foto-foto di Petronas, kami pun lanjut menuju Batu Caves. Tapi sebelum itu, kami makan dulu di mall nya. Lunch berupa 2 nasi, 1 ayam (gede jadi bagi 2) dan 3 sate seafood gitu (bulet gede-gede) dan soda 2 gelas. Semuanya MYR 9.59 berdua. Terus kami ketemu kios Durian Durian dan girang banget karena jual makanan made of durian. Kami beli es krim durian yg enaaak banget sama bolu durian. Ohya kami juga mampir ke kios yg jual pretzel dan beli yg rasa caramel kalau nggak salah. Itu yummy sekaliii. Setelah puas jajan-jajan, kami naik monorail lagi untuk kembali ke KL Sentral dan lanjut beli tiket seharga MYR 2 naik kereta menuju Batu Caves.



   Di Batu Caves, kami jajan ladoo (begitu bukan yah nulisnya?) makanan khas India. Dan beberapa cemilan khas India juga. Lucunya, ketika gue bawa-bawa plastik, seekor monyet (emang banyak monyet berkeliaran di situ) menerjang gue!-_- Dan Idk why, I shouted, "NO! NO! GO!" sambil mengacungkan jari macam marahin doggy gue haha. Reflek gituu. And that monkey went away. Thank God gue nggak dicakar atau digigit haha. Ohya sebelum pergi dari Batu Caves, gue dan adek gue bikin tato hyenna. Harga 1 tangan MYR 5. Harganya beda-beda, sih, tergantung model. Habis itu kami cusss ke Jalan Alor untuk wisata kuliner. Di sana kami beli durian yaaang superbb delicious! Harganya 20 MYR. Makan di tempat dengan tangan pake kayak sarung tangan made from plastik bening. Habis itu kita juga penasaran sama es mata kuching dan beli juga. 1 gelas harganya MYR 1.50. Rasanya? Di Indo sih kita kenal dengan nama liang teh ternyata! :)) Lalu kami juga makan asam pedas laksa dengan harga MYR 6 yg ENAK BANGET BANGET! Sumpah mau lagiii :( Tapi nggak tau dimana nemu makanan itu di Indo hiks! Asam pedas laksa, I miss youu :(

   The day in KL was almost over when we finished our dish in Jalan Alor. Suddenly, hujan turun, deras banget. Nggak suka nunggu, kami sembari mengunjungi toko oleh-oleh sambil payungan pake pashmina. Beli sedikit oleh-oleh, terus kita lanjut ke stasiun monorail dan balik ke stasiun KL Sentral. Sampai di stasiun, kami nyari tempat mandi dan ternyata di sana ada kamar mandi untuk mandi yg disewakan seharga MYR 5. Gpp deh, daripada lengket-lengket basah ke Spore, yg ada masuk angin. Kamar mandinya juga bersiihh dan sepi. Nyamannnn. Lalu setelah mandi kami beli makan burger item haha. Rotinya warna kehitaman gitu. Mungkin terbuat dari kacang hitam kali. Dagingnya pork, harganya MYR 4.90. Belinya di Jalan Alor. Pokoknya kalau mau wiskul di KL, ke Jalan Alor aja okay! Makanan di sana enak semuaaa dan banyak banget! Setelah kenyang, kami menunggu jadwal kereta kami berangkat sambil video call pake line sama keluarga kami di rumah. Di Stasiun KL Sentral wifinya kenceng dan free! Ada tempat buat charge hp juga. Jadi, waiting is not a boring thing to do there. Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, kami memasuki kereta Senandung Sutra dan ready menuju Singapore! Harga tiketnya MYR 34, kami beli lewat online. Jadi tiketnya udah diprint dan kami bawa dari Indo. Sebenarnya, ada tempat duduk macem tempat tidur gitu di kereta itu, harganya juga beda dikit sama tempat duduk biasa. Tapiii kami kehabisan :( Untungnya selama di kereta kami bisa tidur sih, walaupun teteup tersiksa karena kedinginaaaan. Dinginnya berlebihan sekaliii padahal udah pake jaket, kaos kaki dan pashmina T.T Selama menuju Singapore, kereta berhenti sekali di Johor Baru untuk imigrasi. Jadi dengan muka bantal mesti turun dan ngantri imigrasi. Setelah itu, kami kembali ke gerbong kereta dan ternyataaa di situ banyak orang Malaysia yg naik kereta juga untuk ke Singapore. Mereka semua berdiri di gerbong dan itu banyak sekali orangnya. Usut punya usut, ternyata mereka itu warga Malaysia yg kerja atau sekolah di Singapore! Luar biasa ya, bolak-balik 2 negara tiap hari-,- Oh ya, dari stasiun Johor Baru ke stasiun Woodlands, Singapore, cuman makan waktu 5 menit. Dan tadaaa! Pukul 07.00 pagi waktu setempat kami tiba di Singapore, glady, safely, and excitedly! :)


   Kesimpulan gue? Kuala Lumpur sangat sangat mudah dijelajahi! Biaya hidup juga nggak jauh beda sama Indonesia. Makanan enak cari di Jalan Alor. Kebersihan lebih baik dibanding Jakarta. Orang-orangnya surprisingly ramah-ramah. Jangan takut nyasar, asal nggak malu bertanya, nggak sesat di jalan ;) Jangan lupa juga, banyak-banyak cari tau tentang suatu tempat sebelum travelling ke situ. Supaya nggak buang-buang waktu untuk nyasar. Apalagi kalau waktu singkat, bikin list mau kemana aja jadi jelas dan nggak buang waktu. Apalagi kayak gue waktu itu, udah beli tiket ke Singapore, booking hostel di sana, dan juga beli tiket pulang ke Indo dari Singapore. Jadi, gue nggak butuh bad surprises on my journey that time. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar. Well, somehow, I miss KL's asam pedas laksa haha! Hope to find it here one day or even we can go back to KL! :D Amen! See you in the next post about my journey to Singapore! :)





Esra Masniari Tambunan