Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2015

I Found Nemo!

   Tahu ikan Nemo, kan? Ikan kecil cantik berwarna putih dan oranye? Awalnya, gue nggak menduga kalau ikan tersebut hidup di perairan Indonesia. Tapi, setelah mengetahui pulau Pahawang dan mengikuti tripnya, barulah gue tahu! Ikan Nemo ini sendiri tidak terlalu banyak jumlahnya di perairan Pulau Pahawang. But, lucky me, I found the nemo!

   Perjalanan ketemu Nemo gue dapatkan dari mengikuti trip ke Pulau Pahawang, Lampung, bersama rombongan teman-teman bulan Januari tahun ini, 2015 lalu. Salah 1 adek gue, Elda, juga ikut. Perjalanan ke Pulau Pahawang kami tempuh setelah menaiki kapal ferry bau dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakaheuni, Lampung, lalu dilanjutkan menaiki bus carteran rombongan trip yang jelek, tanpa AC, kursinya keras dan bikin leher pegal; selama 4 jam! Cukup panjang memang waktu tempuhnya. Tapi setidaknya, harga terbayarkan.
 
   Untuk acara trip ke pulau, pasti lah ada snorklingnya. Selama snorkling, baru kali ini gue puas karena itu lah snorkling pertama kali gue berani menanggalkan life vest gue! *bangga* Selama ini gue selalu snorkling pakai life vest, tetapi dengan menganut asas, "There's always a first time", gue pun memutuskan untuk menjadikan saat snorkling di Pulau Pahawang sebagai first time gue untuk berani berenang di tengah laut dan snorkling tanpa life vest! Rasanya? Pastilah deg-degan. Tetapi, gue sangat-sangat puas. Ternyata, jauh lebih enak berenang di laut tanpa life vest! Udah gitu, kami juga banyak melihat ikan-ikan yang beraneka ragam, serta tentu saja bertemu dengan Nemo!


Ketemu bintang laut biru juga!
 
   Tapi, 1 hal yang gue sesalkan. Gue sempat memegang-megang karang lautnya untuk bertahan sewaktu foto-foto. Setelah gue sadari, hal itu kan seharusnya nggak boleh dikarenakan bisa menganggu ekosistem laut :( I am so sorry! Waktu itu gue masih newbie banget untuk urusan snorkling thingy begitu. Next time, I will never ever touch anything I see in the sea anymore! I promise!

The Team




Lotta love,
Esra Masniari Tambunan



Hey Beach! (Part II)

   Hola! Masih bercerita mengenai pantai di Lombok, yaa.
 
   Jadi, selama 2 hari semalam menghabiskan waktu di Gili Trawangan dan ikut tour 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno). Menurut gue, yang menarik dari Gili Trawangan itu sendiri adalah pantai paling ujung, dimana gue bisa menikmati sunset yang super cantik sambil minum dan menikmati musik reggae yang disetel abang-abang penjual minuman di situ. Everybody was literally really happy. That was one of the best moments in my life! Beach and reggae music? Equals heaven! Rasanya problem hilang sejenak hehe. Untuk snorkling nya sendiri biasa saja. Ikannya jarang dan kecil-kecil. Masih bagusan snorkling di Pulau Pahawang, Lampung, loh! Tapi, air dari laut di Gili itu sendiri, sih, yang memang bagus banget! Super biru dan jernih!

   Setelah puas menikmati Gili Trawangan, gue dan partner gue pun menaiki kapal yang sangat sederhana menuju Kota Mataram-nya Lombok. Tapi ternyata, kapal tersebut hanya mengantar kami sampai di Pelabuhan Bangsal. Sampai di Pelabuhan Bangsal kami harus mencarter mobil untuk menuju Kota Mataram. Seingat gue, harga carter mobil beserta supir adalah Rp 300.000,-. Itu pun secara diam-diam. Menurut si bapak, harga carter mobil paling murah adalah Rp 350.000,- tetapi karena dia belum dapat sewa seharian jadi didiskon aja.

   Selama di perjalanan yang menghabiskan waktu selama kurang lebih 3 jam, gue banyak ngobrol sama si bapak supir. Ternyata, Lombok sekarang jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tadinya, banyak turis asing yang suka menghabiskan waktu di Lombok, sampai-sampai Gili Trawangan penuh bule dan biaya hidup untuk wisatawan pun tinggi. Perbandingannya adalah, kalau di Jakarta harga laundry biasa per kg aja paling mahal Rp 8.000,- di Gili Trawangan harganya bisa mencapai Rp 25.000,-. Nah, lalu mengapa turis asing berkurang? Karena ternyata banyak turis yang seringkali ditipu-tipu saat berkunjung ke sana. Tentunya, para turis asing sering bertukar info mengenai tempat-tempat yang mereka sudah kunjungi. Sedihnya, kesan jelek lah yang mereka bagikan. Prihatin sekali, ya. Padahal Lombok bisa menjadi aset berharga buat pemerintahan lewat pariwisata.


   Long story short, gue dan partner tiba di Kota Mataram dengan selamat. Selama 2 hari di sana, kami dimanjakan sama pantai-pantai cantik yang luas dan masih sangat sepi. Salah satu pantai favorit gue adalah, Pantai Mawun! Baru kali itu gue benar-benar teriak luar biasa bahagia ketika mengunjungi sebuah pantai. Pasirnya luas, airnya hijau cantik, bersih dan sepi pula! Jaraknya cuman 15 menit naik motor dari penginapan kami di Kota Mataram. Sepanjang perjalanan ke Pantai Mawun pun kami dihibur oleh cantiknya pemandangan gunung dan bukit-bukit hijau. Indahnya nggak terkatakan. I love Mawun soooo much! Rasanya mengunjungi pantai itu cuma sekali nggak cukup! Sayangnya, waktu itu ombak agak cukup besar dan kami hampir terbawa ombak! Haha. Tapi kami malah ketawa-tawa setelah selamat. Gimana nggak ketawa, ternyata celana temen gue robek setelah hampir terseret ombak! Hahahahaha. Untunglah gue bawa celana jeans untuk dipinjamkan serta memakai celana renang, jadi temen gue nggak perlu pulang naik motor tanpa memakai celana! :D

I never wish to have lighter skin. I have always loved my tan exotic skin.

Mawun Beach, I'm in love.




Lotta love,
Esra Masniari Tambunan

 

Hey, Beach! (Part I)

   Hello! I'm back to work! Gue akui gue cukup malas untuk menulis blog akhir-akhir ini. Ditambah, gue lagi aktif-aktifnya ngegym, jadi waktu ngeblog jadi tergilas sama kegiatan-kegiatan rutin gue. But, again, gue merasa takut lupa sama apa yang udah gue jalani, so...


   Kali ini gue mau cerita betapaaaa gue kangennya sama pantai! Duh, dibanding hiking naik gunung, (I'm not a fan of hiking), gue jauh lebih menggemari pantai! Dibanding sama para travelers kece yang udah menyambangi puluhan pantai-pantai cantik, misalnya seperti travel writer idola gue, Trinity, tentulah pengalaman mengunjungi pantai-pantai cantik gue masih cetek. So far, sampai tulisan ini dibuat, pantai tercantik yang pernah gue kunjungi adalah PANTAI MAWUN, Lombok!
 
   Gue mengunjungi Lombok bulan Desember tahun 2014 lalu. Awalnya, gue mengunjungi Bali, which has always been my favorite place. Gue sangat-sangat cinta Bali, sih. Sampai-sampai gue bercita-cita ketika tua nanti, gue harus menghabiskan waktu gue bersama pasangan untuk tinggal di kawasan Ubud. I've been in love with Ubud since 2011, the second time I went there. Waktu itu gue menghabiskan 8 hari di Ubud, berkaitan sama acara UWRF (Ubud Writers and Readers Festival). Momen selama 8 hari di sana benar-benar menyisakan kenangan indah yang ngangenin parah! Ya dimulai dari itu lah kali pertama gue mengikuti acara super keren begitu, kerja sama orang-orang asing dari berbagai negara, kemana-mana jalan kaki or naik sepeda (padahal jalanan Ubud itu naik turun!) demi hemat ongkos, and... was secretly in love too! Haha. 8 hari bisa jatuh cinta? Ya, udah kayak di film-film emang lol. That was super fun, so I have always wanted to go back to Bali. Kalau bisa, sih, every year!
 
   Ok, back to Lombok story. Jadi, setelah menghabiskan 3 hari 2 malam bersama teman-teman di Bali untuk benar-benar sekedar having fun, gue dan teman gue, mengunjungi Gili Trawangan! I loved Gili Trawangan. Airnya sih yang super cantik yang bikin betah. Tapi, sialnya, gue salah milih penginapan! Tergiur sama keeksotisan penginapan gue, mata gue pun tertutup sama lokasi penginapan yang sangat nggak strategis itu. Bayangkan, di Gili Trawangan itu alat transportasi hanyalah sepeda dan semacam delman. Berhubung gue nggak suka melihat kuda diperlakukan sebagai alat transportasi yang menurut gue semacam menyiksa, gue pun memutuskan untuk selalu mengendarai sepeda. Rupanya, jarak 10 menit bersepeda dari penginapan ke pusat keramaian Gili Trawangan bikin gue semaput!
 
   Gili Trawangan bisa dibilang belum punya sistem penerangan yang cukup. Jalanan dari pusat Gili Trawangan ke penginapan gue itu nggak ada lampu yang memadai. So, benar-benar gelap kalau di malam hari. Niat untuk party malam hari pun gagal karena mengingat kami harus naik sepeda gelap-gelapan pulangnya. We tried once, though. Dan bisa ditebak, karena super gelap, gue pun jatuh dari sepeda dan luka!-___- Sakit di kaki gue masih berasa setelah 3 bulan setelah peristiwa itu. Amazing, wasn't it? Duh, nggak lagi-lagi! Saran gue, tetaplah berpegang teguh pada prinsip: "Penginapan boleh murah dan unik tapi tetap harus berlokasi strategis untuk kemana-mana."



When I was just arrived in beautiful Gili Trawangan


to be continued.......

Selasa, 10 Maret 2015

My Travelling Life At the Moment

   (I was writing this part during my trip using train to Malang from Jakarta, March 10th, 2015)

   HELLO! I am on my way to Malang by train at the moment and dunno what to do because I have no friends to chat haha. Yeah, gue lg nyoba solo travelling ke Malang ini! Gue memutuskan buat sum up my journey in recent past times aja deh.

   SINGAPORE (PART II)
   Actually I should have written my story about my journey to Singapore with my sister like a year ago! Can you imagine how busy (or sok busy) I am? Soo yg bikin gue sempet absen ngelanjutin blog gue was I was really busy looking for a job that time and finally once I got accepted, berbagai kesibukan langsung melanda gue. Jadi, sempet vakum utk ngelanjutin, deh. But, I still need to carry on the story because I don't wanna forget my journey yg sangat sangatlah mengesankan dan membahagiakan ehe.
   Berawal dari lanjutan cerita mengenai jalan ke Singapore bulan Maret tahun 2014 kemaren, intinya gue ke USS sama adek gue dan itu gokil berat! The gokil part was waktu kita bawa 1 ransel kita yg berisi barang-barang yg kita butuhkan selama di USS and it turned out to be such annoying! The better part was when we found out that USS gave the visitors a free locker for rent, yet it was only for limited time. I guess cuman buat sekitar 30 menit, yaa. What was even more gokil adalah tiap 30 menit, setelah kami menikmati satu permainan, kami harus lari-lari to take our stuffs out from the locker. If we were late? We had to pay haha. Kebayang ngga berapa kali kami lari-larian untuk ngambil ransel kami? However, USS made us happy as cray! My most favorite ride was Transformers! Aaahh itu keren banget, asik parah. I think I'll have another trip to Singapore around June this year, and without any doubt, I'll go back for the USS!


   KILUAN BAY, LAMPUNG (March 2014 - too bad I don't remember the exact date)
   I had this trip with my former office mates at English First. As I recall, I went there with Lita, Kuri (Lita's friend), Agnes, Yuli, and his brother, Jack, Sly, Leslie, Paul, and Lewis! Tapi kami joined an open trip from Travollution gitu, jadi yg ikut nggak cuman kami aja. Titik point trip ini adalah di Pelabuhan Merak pada pukul 23:00 WIB. Waktu itu hari Jumat, jadi kami berangkat langsung from our office after work. We took ARIMBI bus and you know what, di tengah-tengah perjalanan, my bule friends drank whisky yaelah hahaha. They were also freaked out when they almost couldn't find any beer in Pelabuhan Merak lol. Long story short, the journey was fine, perfectly fine, I could say. We luckily got to meet the lovely dolphins!!! Beberapa orang bilang kalau agak susah untuk bertemu sama para lumba-lumbanya nowadays, but since I know I'm a lucky if it's about travelling, we saw the dolphins! Yg paling menakjubkan selain pertemuan dengan lumba-lumba adalah naik jukung pagi-pagi, lalu menyaksikan matahari terbit di tengah-tengah laut yg kalem aaah it was so wonderdul! Indahnya sampai sekarang masih membekas. Another place in Kiluan Bay that we visited was the Lagoon. Agak sedikit tracking menanjak utk mencapai Lagoon, but it was worth it. More surprise was when we were at the boat to go back to the dermaga. Lautnya lagi jelek banget dan perahu kami gonjang-ganjing nggak karuan sampai miring sekali lalu menyiram orang-orang yg lagi tiduran! That was a little bit awful because we were on the boat for like 3 hours. But, the rest were fine. We were safe and happy. You could find the photos of my trip collection in my instagram account: esratambunan. I don't have any photos of it to upload on my phone currently.




to be continued...

Sabtu, 11 Oktober 2014

Hello, Singapore!

   OMG! It's been ages since I haven't posted anything on my blog! It's dusty everywhere haha. I feel bad to myself, tho! I shouldn't be sok busy! Ok, gue sebenenrnya mau menceritakan pengalaman perjalanan gue yg menyenangkan bersama adek gue di Singapore, last March 2014. Oh, well, it's October already. Basi dan telat banget ga sih? Hm!

   Ok, I'm gonna try to remember what I did with sister in Singapore and here we go..

   Gue sama adek gue, Ester, pergi ke Singapore setelah melewati 2 hari yg menyenangkan di Malaysia. Tidur di airport yg super duper dingin, jalan kaki jauh banget karena salah turun di stasiun monorail, dan menikmati wisata kuliner di Kuala Lumpur, sooo we continued our journey to Singapore by using train. Kita berangkat pukul 23.00 I guess? Dan tiba di Singapore, tepatnya di stasiun Woodlands pada pukul 07.00 pagi. Anyway, keretanya juga dingin banget! *sob* Gue dan adek gue terbangun beberapa kali, selain emang terbangun untuk cek paspor di bagian imigrasi, karena kedinginan. Padahal gue udh pake jaket, pashmina, kaos kaki, masker, tapi tetap aja kedinginan! Huh. Sampai di Singapore, kita berdua naik bus nomor berapa ya, lupa-_- setelah agak bingung sebenta. Untungnya kita dipandu sama orang Indonesia yg kita kenal di kereta tadi. Setelah melewati perjalanan selama sejam di dalam bus, akhirnya kita sampai di main city of Singapore! Kita berhenti di bus stop Little India dan jalan kaki selama sekitar 10 menit, lalu nyampe deh di hostel kita, Footprints Hostel!
   Nginep di Footprints Hostel recommended, kok. Untuk 2 malam berdua, biayanya sekitar 750an ribu Rupiah di dorm yg isinya mix (cowok & cewek) ber 10. Itu kamar yg paling murah haha. Kamar mandinya bersih dan kamarnya ya lumayan, lah. Ber 10 cukup rame tapi ngga berisik. Seru juga karena kami ketemu orang-orang baru. Dari Ghana, Chile, dan India! Too bad, I forget their names-_- Because we rarely stayed at the hostel to have a conversation. Kami kebanyakan keluar dan keliling-keliling, right. Malem aja kami masih belanja di Mustafa Center dan sampai hostel sekitar jam 1 LOL.
 
   Ok, so, hari pertama gue dan adek gue langsung keliling Singapore untuk pergi ke tempat-tempat yg must visit banget di sana. Of course you know, Merlion Statue, was one of the places that I mentioned above. Gampang kok ke sananya. Ohya, kami menggunakan MRT yg bener-bener cepat dan mudah! I'm in love with MRT! I wish Indonesia could have one someday (AMEN). Tiket MRT kami beli di stasiun MRT Bugis ya kalau ngga salah namanya, untuk 3-day-pass, berhubung kami emang berada di Singapore selama 3 hari. Jadi dapet kartu gitu. Lupa harganya. Again, I'm sorry huhu.

Me and my sister in Merlion Statue
   Sehabis puas-puasin menikmati pemandangan dari dekat Merlion Statue, we went to Orchard Road. Di sana, sumpah ya, gue sama adek gue bener-bener jalan di sekitaran Orchard Road yg luas parah buat nyari es krim Uncle!! Dan itu MELELAHKAN BANGET! Our feet were hurt so much till we barely could sleep at night! Susah juga nemuin tuh es krim. Sekalinya nemu jaraknya beda 10 meter doang. Kami beli es krimnya 2x. Emang enak, sih. Murah pula cuman 1 SGD. Tapi selain karena enak dan murah, kami ngga mau sia-sia nyari tu es krim sampai capek banget, jadi beli 2x hahah.

Uncle ice cream FTW (that day)! My fave is the mango one.
   Ice-cream mission is accomplished! Terus kita lanjut buat belanja sepatu di RUBI. Kebetulan emang udah berencana buat beli sepatu di sana dan adek kami, Elda, juga minta sepatu RUBI. Ngga nanggung-nanggung dia mah, minta oleh-olehnya!





to be continued...........







Esra Masniari Tambunan


Kamis, 22 Mei 2014

Rp 100.000 ke Malaysia (Part II)

   Here we go for the part II! Setelah menghabiskan beberapa jam semalam di airport yg superrr colddd, gue dan adek gue ready to explore KL! Sekitar jam 08:30 pagi, kami naik bus ke KL Sentral. Harga tiketnya saat itu MYR 8. Di bus kami nggak tau apa-apa karena langsung tidur nyenyak sampe tiba di KL Sentral haha. Ohya sebelumnya kami ngisi perut pake pop mie yg kami bawa dari Indonesia. Air panasnya ngambil dr drinking tap. Kami nggak beli makan lagi karena kami pikir bakal sarapan di Bukit Bintang, KL. Long story short, setelah tiba di pemberhentian KL Sentral, kami langsung nyari ticket booth untuk naik monorail ke Bukit Bintang. Rada jauh dari pemberhentian bus. Dan tas kami itu berat gilak! Kebetulan pemberhentian bus nya itu di daerah stasiun KA Sentral dan ada locker untuk nitipin barang di daerah WC. Awalnya kami PD aja mau bawa-bawa tas kami kemana-mana selama mengexplore KL. Tapi, setelah beberapa langkah menuju monorail, kami nggak kuat dan memutuskan untuk nyewa locker aja haha. Lockernya beda-beda besarnya. Harga sewa locker dari MYR 5-MYR 20. Dan lockernya banyak yg nyewa, lhoo.. Jadi bisa juga nggak kebagian. Lucky us, kami dapet locker yg cukup untuk tas kita berdua. Harganya MYR 10. Setelah itu kita berangkat deh dengan tentengan seadanya dan ringan untuk mengexplore KL!^^

   Naik monorail, kami dapet koin biru gitu. Jadi bilang ke mbaknya (mbaknyaaa haha) mau ke Bukit Bintang, lalu dia kasih tau harganya, which was MYR 2.10 dan kita dikasih koin biru dari plastik. Setelah itu, tap koinnya, masuk untuk nunggu monorail. Setelah sampai di tempat yg dituju, koinnya dimasukin untuk keluar, deh! Praktis, yaa. Jauh dari yg namanya macet. Nyaman, deh. Tadinya mau makan di Jalan Alor, Bukit Bintang, tapi kami waktu itu agak bingung dan mutusin untuk langsung ke Petronas Tower dulu aja. Perut kami isi lagi pake cemilan yg kami bawa dari Indo. Laluuu kami jalan kaki ngikutin palang serta nanya-nanya orang untuk sampai ke Petronas Tower a.k.a Twin Tower dan itu jaaauuuhhh sekaliiiii dari daerah Bukit Bintang T.T Jauh banget pokoknya. Kalau mau tau seberapa jauh, coba sendiri aja :-/ Somehow, setelah pulang dari Petronas Tower, kami baru tau kalau mau deket untuk menuju ke sana, harusnya turun di stasiun berikutnya, after Bukit Bintang. Yaudahlah yaaa, itung-itung olahraga :))

Hi, Twins!

    Setelah puas foto-foto di Petronas, kami pun lanjut menuju Batu Caves. Tapi sebelum itu, kami makan dulu di mall nya. Lunch berupa 2 nasi, 1 ayam (gede jadi bagi 2) dan 3 sate seafood gitu (bulet gede-gede) dan soda 2 gelas. Semuanya MYR 9.59 berdua. Terus kami ketemu kios Durian Durian dan girang banget karena jual makanan made of durian. Kami beli es krim durian yg enaaak banget sama bolu durian. Ohya kami juga mampir ke kios yg jual pretzel dan beli yg rasa caramel kalau nggak salah. Itu yummy sekaliii. Setelah puas jajan-jajan, kami naik monorail lagi untuk kembali ke KL Sentral dan lanjut beli tiket seharga MYR 2 naik kereta menuju Batu Caves.



   Di Batu Caves, kami jajan ladoo (begitu bukan yah nulisnya?) makanan khas India. Dan beberapa cemilan khas India juga. Lucunya, ketika gue bawa-bawa plastik, seekor monyet (emang banyak monyet berkeliaran di situ) menerjang gue!-_- Dan Idk why, I shouted, "NO! NO! GO!" sambil mengacungkan jari macam marahin doggy gue haha. Reflek gituu. And that monkey went away. Thank God gue nggak dicakar atau digigit haha. Ohya sebelum pergi dari Batu Caves, gue dan adek gue bikin tato hyenna. Harga 1 tangan MYR 5. Harganya beda-beda, sih, tergantung model. Habis itu kami cusss ke Jalan Alor untuk wisata kuliner. Di sana kami beli durian yaaang superbb delicious! Harganya 20 MYR. Makan di tempat dengan tangan pake kayak sarung tangan made from plastik bening. Habis itu kita juga penasaran sama es mata kuching dan beli juga. 1 gelas harganya MYR 1.50. Rasanya? Di Indo sih kita kenal dengan nama liang teh ternyata! :)) Lalu kami juga makan asam pedas laksa dengan harga MYR 6 yg ENAK BANGET BANGET! Sumpah mau lagiii :( Tapi nggak tau dimana nemu makanan itu di Indo hiks! Asam pedas laksa, I miss youu :(

   The day in KL was almost over when we finished our dish in Jalan Alor. Suddenly, hujan turun, deras banget. Nggak suka nunggu, kami sembari mengunjungi toko oleh-oleh sambil payungan pake pashmina. Beli sedikit oleh-oleh, terus kita lanjut ke stasiun monorail dan balik ke stasiun KL Sentral. Sampai di stasiun, kami nyari tempat mandi dan ternyata di sana ada kamar mandi untuk mandi yg disewakan seharga MYR 5. Gpp deh, daripada lengket-lengket basah ke Spore, yg ada masuk angin. Kamar mandinya juga bersiihh dan sepi. Nyamannnn. Lalu setelah mandi kami beli makan burger item haha. Rotinya warna kehitaman gitu. Mungkin terbuat dari kacang hitam kali. Dagingnya pork, harganya MYR 4.90. Belinya di Jalan Alor. Pokoknya kalau mau wiskul di KL, ke Jalan Alor aja okay! Makanan di sana enak semuaaa dan banyak banget! Setelah kenyang, kami menunggu jadwal kereta kami berangkat sambil video call pake line sama keluarga kami di rumah. Di Stasiun KL Sentral wifinya kenceng dan free! Ada tempat buat charge hp juga. Jadi, waiting is not a boring thing to do there. Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, kami memasuki kereta Senandung Sutra dan ready menuju Singapore! Harga tiketnya MYR 34, kami beli lewat online. Jadi tiketnya udah diprint dan kami bawa dari Indo. Sebenarnya, ada tempat duduk macem tempat tidur gitu di kereta itu, harganya juga beda dikit sama tempat duduk biasa. Tapiii kami kehabisan :( Untungnya selama di kereta kami bisa tidur sih, walaupun teteup tersiksa karena kedinginaaaan. Dinginnya berlebihan sekaliii padahal udah pake jaket, kaos kaki dan pashmina T.T Selama menuju Singapore, kereta berhenti sekali di Johor Baru untuk imigrasi. Jadi dengan muka bantal mesti turun dan ngantri imigrasi. Setelah itu, kami kembali ke gerbong kereta dan ternyataaa di situ banyak orang Malaysia yg naik kereta juga untuk ke Singapore. Mereka semua berdiri di gerbong dan itu banyak sekali orangnya. Usut punya usut, ternyata mereka itu warga Malaysia yg kerja atau sekolah di Singapore! Luar biasa ya, bolak-balik 2 negara tiap hari-,- Oh ya, dari stasiun Johor Baru ke stasiun Woodlands, Singapore, cuman makan waktu 5 menit. Dan tadaaa! Pukul 07.00 pagi waktu setempat kami tiba di Singapore, glady, safely, and excitedly! :)


   Kesimpulan gue? Kuala Lumpur sangat sangat mudah dijelajahi! Biaya hidup juga nggak jauh beda sama Indonesia. Makanan enak cari di Jalan Alor. Kebersihan lebih baik dibanding Jakarta. Orang-orangnya surprisingly ramah-ramah. Jangan takut nyasar, asal nggak malu bertanya, nggak sesat di jalan ;) Jangan lupa juga, banyak-banyak cari tau tentang suatu tempat sebelum travelling ke situ. Supaya nggak buang-buang waktu untuk nyasar. Apalagi kalau waktu singkat, bikin list mau kemana aja jadi jelas dan nggak buang waktu. Apalagi kayak gue waktu itu, udah beli tiket ke Singapore, booking hostel di sana, dan juga beli tiket pulang ke Indo dari Singapore. Jadi, gue nggak butuh bad surprises on my journey that time. Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar. Well, somehow, I miss KL's asam pedas laksa haha! Hope to find it here one day or even we can go back to KL! :D Amen! See you in the next post about my journey to Singapore! :)





Esra Masniari Tambunan

Rp 100.000 ke Malaysia

   Hello! Well, it's been a while since I've posted my last writing here! Kali ini sesuai judul, gue bakal ngepost mengenai kisah perjalanan gue ke Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 01 Maret 2014 lalu. Rp 100.000, 00 ke Malaysia? Yup! Bener banget :D Gue dapet tiket super murah terbang ke KL lewat Air Asia! Waktu itu gue seneng banget karena dapet tiket semurah itu di saat gue punya rencana liburan ke KL-Singapore bareng adek-adek gue. Ohya, akhirnya yg berangkat ke KL-Spore cuman gue dan Esther, sedangkan adek gue yg lain, yaitu Elda, nggak jadi ikut karena dia males nabung abis dari Bali sama temen-temennya. Too bad, huh?

   Dengan tiket semurah itu, gue sama Esther sangat happy flying to KL. Rencana kami pun menghabiskan waktu 2 hari semalem di KL lalu lanjut ke Singapore. The unique thing that we hadn't experienced before was spending a night in the airport; sleeping. Haha! Jadi ceritanya itu kami dapet tiket penerbangan malem, berangkat sekitar jam 8 an deh yaa, gue rada lupa. Terus nyampe sana sekitar jam 11.30 malem. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk nggak perlu nginep di hotel karena rada percuma, pagi-pagi banget kami bakalan langsung keliling KL dan malemnya yaitu tanggal 02 Maret 2014, kami berangkat ke Singapore naik kereta Senandung Sutra, tepatnya jam 11 malem.

   Tiba di bandara KLIA, komen gue pertama? Banyaaak banget yg tidur ngampar di lantai airport! Haha. Bandara ini khusus penerbangan low cost, jadi mungkin yaa banyak TKI gitu kali yaa, yg bermalem di sana. Orang banyak bangeeet yang tidur beralaskan koran, bahkan tikar segala! Some people were so well prepared, meanwhile, gue dan adek gue cuman bisa ketawa ngeliat pemandangan itu dan ngebayangin kalau kita bakal ended up begitu juga. Setelah asyik main hp untuk update status Path (asik gaul) dan juga ngabarin keluarga kalau kami udah arrived in KL happily and safely serta hungrily, kami mutusin untuk ke kantin airport to have some dinner. Setelah milih-milih makanan di beberapa kios di situ & ngitung-ngitung pengeluaran, pilihan kami jatuh ke roasted chicken pake nasi. Totalnya MYR 4.50. Waktu itu kurs nya sekitar Rp 3.500 untuk 1 MYR (Malaysian Ringgit); jadi kalau dirupiahain makan malam kami itu sekitar Rp 15.750,00 lah ya. Pretty cheap, huh? Di Indo juga sekitaran segitu lah. Enak kok. Ohya untuk minum, kami bawa 2 botol minum tupperware gede dan kami isi di airport. Kebetulan ada semacam fountain water gitu lah, ya, yg safe to drink. Yg gue tau letaknya di depan Starbucks. Nggak tau deh, ada lagi atau nggak di tempat lain di KLIA nya.

   Lalu setelah kenyang, kami mutusin untuk tidur, so it means thaaat: cari lapak! Haha. Kami muter-muter aja nyari lapak paling pewe untuk tidur. Setelah nemuin yg menurut kami paling rada sepi (karena tengsin juga tidur ngampar depan orang banyak haha), kami pun gelar pashmina buat jadi alas, make jaket, dan ngejadiin tas kami sebagai bantal. Sebelum tidur ya ketawa-ketawa dulu karena itu sooo far sama yg namanya comfort dan super dingin! Yaiyalah yaa, alasnya cuman pashmina yg tipis, sedangkan lantai airport itu dingin banget dan AC di sana juga sangat sangat dingin. Gue cuman bertahan tidur sekitar setengah jam lalu kebangun karena nggak kuat untuk tidur lagi saking dinginnya. Padahal gue juga udah pake kaos kaki lohh.. Lalu ketika terbangun, gue liat barisan bangku di depan gue yg tadinya penuh sama orang-orang udah kosong, jadilah gue mikir untuk pindah ke situ. Gue mencoba untuk ngebangunin adek gue, tapi dia nggak bangun-bangun. Lalu gue bawa semua tas dan gue pindah selonjoran di bangku sambil terngantuk-ngantuk tapi tetap ngawasin adek gue, barangkali dia bangun supaya nggak panik liat gue nggak ada di sampingnya beserta barang-barang kami haha. Lucky me, baru sebentar pindah, adek gue udah bangun dan bener, dia bangun dengan kaget dan celingak-celinguk karena gue nggak ada di samping dia beserta barang-barangnya haha. Gue pun segera memanggil dia dan akhirnya, gue bisa tidur sekitar sejam lagi sambil selonjoran di bangku dengan kepala nyender di tas. Saat itu gue merasa sangat tersiksa serta kangen kasur & bantal empuk juga selimut hangat di rumah huhu. Sempet terlintas di pikiran untuk nyewa kamar aja di Tune Hotel yg terletak di seberang airport tapi gue akhirnya gue tetep teguh pada pendirian untuk setia menekan budget dan pantang boros. Cuman tidur bentar, kok! Dan gue berhasil! Haha.

  Sekitar pukul 05.00 pagi, gue dan adek bangun dan memutuskan untuk mandi. Kebetulan di KLIA ada kamar mandi khusus mandi dan itu bersiiihh kok. Pokoknya kondisi airport nya untuk tidur dan mandi OK banget, deh. Jangan takut sama masalah sanitasi karena itu bukanlah masalah sama sekali hehe. Ya paling masalahnya untuk tidur ituu, dingin banget! Tapi kalau emang buat gue, travelling ada 2 jenis. Travelling untuk santai-santai boleh lah, nginep di hotel bagus dan bisa buat leyeh-leyeh. Tapi untuk jalan-jalan ke KL-Spore kemaren, gue travelling untuk mengembara istilahnya haha, jadi say no to pemborosan. Jadi, kalau untuk istilah tidur, yg penting tidur aja, kan? Ngapain hotel bagus-bagus, gitu. Yg penting bersih, tempat terjangkau dan aman. Nah, waktu di KL kemaren itu waktu untuk tidur juga sebentar, jadi gue memutuskan untuk tidur di airport. Lumayan banget buat pengalaman dan melatih mental! Haha. If you love adventures, you should put "sleeping in the airport" to your bucket list while travelling. At least once in your life! Nggak rugi dicoba. Seru, kok :p




to be continued.........

Kamis, 13 Maret 2014

Trip to Phuket

   Well, hello! Wah, gila, gue baru sempet nulis di blog lagi buat nyeritain trip gue ke Phuket bulan November 2013 kemaren setelah hampir 4 bulan berlalu! Lol. Maklum aja sih, gue sibuk berat kemaren-kemaren itu. So, after having a vacation to Thailand last November, gue berhadapan sama pengerjaan skripsi. Skripsinya sendiri dikumpul tanggal 29 Januari 2014, terus gue sidang tanggal 13 Februari 2014. Habis sidang pun belum juga bisa santai karena mesti ngurusin revisi dan hard cover skripsi. Habis itu, gue mesti ngurusin after-thesis-holiday gue haha. Perjalanan itu nanti gue tulis juga. Tapi, kali ini gue mau flashback ke si cantik Phuket dulu!

   On November 15th, me and two of my friends, Ika and Lydia, arrived in Phuket. Setelah 16 jam perjalanan darat dengan ganti bus 2x tapi dengan 1x ongkos, akhirnya kami nyampe juga di Phuket. Sebenernya sih, perjalanannya sendiri nggak selama itu, tapi yg bikin lama itu, waktu kita disuruh turun di Surat Thani untuk lanjut pake bus lain. Setelah pake bus lain, kita diturunin lagi untuk dioper naik mini bus. Jadi, sekitar jam 7 pagi, kita semua 1 bus dibangunin untuk turun di sebuah rumah makan untuk nunggu bus selanjutnya. Kami yg kaget karena dibangunin pas lagi nyenyak-nyenyaknya tidur, susah banget untuk melek! Haha. Mata rasanya masih lengket banget, tapi mesti buru-buru turun. Sambil setengah sadar deh kami buru-buru turun. Nah, ternyata rombongan di bus itu nggak semuanya menuju Phuket. Ada yg pergi ke wilayah lain Thailand juga. Jadi kami masing-masing menunggu bus yg berbeda. Yang di bus itu cuman ada 4 orang yg menuju Phuket. Ketiga penumpang adalah gue dan 2 temen gue, sedangkan 1 lagi cewek Amerika. Kita naik mobil pick up gitu-,- Tapi cuman sebentar, mungkin 5 menit. Habis itu kami diturunin lagi di sebuah rumah makan.
   Di rumah makan itu kami ditawarin untuk naik mini bus menuju Patong. Menurut mereka, kalau kita bayar nambah, kalau nggak salah sekitar 300 baht/orang, kita bisa langsung dianter menuju Patong, ngga pake mampir-mampir lagi. Kalau nggak, kita cuman diturunin di Phuket Town nya aja. Kita bertiga langsung mengiyakan karena udah capek banget dan mau tidur aja rasanya. Tapi kalau dipikir-pikir, dari Phuket Town bisa naik tuk-tuk ke Patong. Paling mahal juga 300 baht bertiga. Salah kami deh buru-buru mengambil keputusan. Udah gitu, sepanjang perjalanan Surat Thani-Phuket (4 jam), banyak juga mampir-mampir untuk ke tempat-tempat agen wisata. Gue nolak paket-paket wisata yg ditawarin dengan super jutek karena udah males banget. Janjinya kan ngga mampir-mampir lagi! Huh. Mana pake jemput-jemput orang juga, sama aja nunggu-nunggu juga. Bete, deh. Singkat cerita, akhirnya gue dan kawan-kawan nyampe di Patong, dianterin langsung ke depan gang hotel kami, yaitu hotel Break Point!

   Review singkat tentang hotel yg kami sewa dengan harga sekitar Rp 900.000,- untuk 2 malem dan pembayarannya dibagi bertiga itu; bersih, nyaman, luas, dan akses kemana-mana dekat! Jaraknya juga cuman beberapa meter dari pantai. Kamarnya itu guede banget dan kamar mandinya juga guedeee haha. Beneran deh, kalau mau ke Phuket, nginep di hotel ini aja. Gue bookingnya lewat Agoda waktu itu.


What to Do in Phuket?

   Hari pertama di Phuket, gue dan kawan-kawan mandi dan istirahat dulu di hotel karena badan capek banget 16 jam di perjalanan. Waktu itu kami nyampe hotel sekitar jam 1 siang. Setelah sekitar 2 jam an, kami main di pantai, terus ke mall kecil yang ada di sebelah hotel kami. Mall nya gaya minimalis, tapi apik dan bersih gitu. Lalu malam harinya kami nonton Simon Cabaret!! Banci show gitu hihi. Ampun, bancinya cantik-cantik bangeeeettt. Kalah deh gue jadi cewek hahaha. Tiket show nya udah gue pesen dari masih di Indo, dari orang Thai yg ngurusin tour gitu. Namanya Billy Ladda. Waktu itu gue sekalian pesen tiket tour ke Phi Phi Island juga. Harganya 1900 baht untuk Simon Cabaret + Phi Phi Island. Dia langsung nganter tiketnya ke hotel, jadi COD (cash on deal). Tiket itu juga udah termasuk transportasi antar jemput baik ke Simon Cabaret dan Phi Phi Island tour. Paket tour Phi Phi Island nya sendiri juga termasuk visit maya bay yang super duper cantik aduhai (beneran cantik, lho, gak lebay), snorkling, swimming at Loh Samah Bay, sightseeing Pile Cove, Viking Cave, dan makan siang. Kalau tertarik untuk ke Phuket dan mau kontak beliau, hubungin gue aja ya :D Recommended, kok. Murah pula. Ohya, makan siangnya juga ENAK BANGET! Hahahaha. Menunya sederhana aja, tapi kesukaan gue itu ikan apaan tau digoreng tepung sama tom yam nya yg seger dan enaaaaak bangeeeeet! Hahahaha. Sumpah, 2 menu itu enak banget! Kangen! :(


   Balik ke trip nya, Simon Cabaret sih ok, ladyboy nya cantik-cantik, walaupun gerakannya pas nari kurang lentur, luwes gitu. Dan di tengah-tengah sih rada boring lol. Kalau penasaran ya nonton aja, kalau nggak penasaran-penasaran amat mending nggak usah, sih hehe. 


Bener kan, cantik banget?!-_-

Ok, cantikan ladyboy nya daripada gue dan Lydia-_-

   Hari kedua, gue dan ketiga gue dijemput sekitar jam 7 pagi di depan hotel kami untuk menuju dermaga, naik speed boat buat tour Phi Phi Island. Kami mengunjungi tempat-tempat di atas yg udah gue sebutin tadi. Yg paling gue suka adalah pemberhentian pertama: Maya Beach!! Airnya jerrniiiiihhh banget! Tapi sayang, kami cuman dikasih waktu 30 menit untuk berenang-renang di situ T.T Gue suka maya beach pokoknya!



The WATER!
   Setelah maya beach, kami lanjutin ke tempat-tempat lainnya. Makan siangnya di Phi Phi Island main point nya. Iya, yg menunya enak-banget-gila itu hahahah. Lalu pantai terakhir, gue lupa namanya apa, yg jelas pantainya luas dan sepi, nggak ada rumah penduduk. Cuman ada beberapa resto, dan kursi-kursi pantai. Di situ kami nyantai banget, berenang-renang nikmatin pantai bersih yg langitnya biru. Suka, deh! Tapi untuk masalah snorkling, sama aja ikan-ikannya kayak waktu gue di Pulau Pari, Indonesia. Not so special.



Love it, mak!
   
   Setelah puas sama Phi Phi Island, hari udh menginjak sore dan kami semua kembali ke hotel. Malemnya kami nyari makan di Food Market Patong. Itu suatu tempat yg makanannya melimpah ruah di sepanjang jalan. Enak-enak! Kami sampai kalap, beli kebanyakan, lalu kekenyangan-,- Setelah makan, Lydia yg udah capek dan ngantuk mau langsung tidur di hotel, sedangkan gue dan Ika masih semangat 45 untuk jalan-jalan. Kami berdua mutusin buat joget-joget dulu di sebuah club. Nggak gitu lama, sih. Capek juga. 2 jam di luar, lalu kami pulang untuk bobok, deh!

   Hari ketiga, which was hari terakhir di Phuket, gue dan kawan-kawan mutusin untuk jalan-jalan di sekitar Patong. Paginya, kami berjemur dan berenang-renang di laut, lalu setelah mandi dan packing untuk pulang kemudian checked out, kami menitipkan barang-barang kami di hotel tsb. Nggak pake bayar apa-apa, lho. Walaupun pelayannya ngga pake senyum, yg penting fasilitas ok banget dan nitipin tas gratis :)) Karena pesawat kami berangkat jam 8 malem, kami mau ngabisin waktu sepuasnya di Phuket dengan jalan-jalan dan beli cinderamata lagi lol. Sekitar jam 4 sore, kami dijemput miss Ladda (kami bayar bus menuju bandara juga melalui pelayanan beliau). Tapi nggak tau kenapa bus nya nggak dateng-dateng dan ada kendala gitu. Lalu miss Ladda pun memanggilkan taxi, yg di sana itu semacam mobil sedan milik pribadi yg dijadikan taxi. Seharusnya taxi itu mahal, tapi berhubung darurat dan duit kami udah tinggal sedikit, miss Ladda tanggung jawab dan ngebiarin kami nambahin sedikit aja untuk taxinya. Setelah 1 jam berkendara, kami tiba di airport kecil nya Phuket dan siap pulang dengan hati gelisah nggak rela hahaha. Ah, I love Thailand! It's just definitely too soon to say good bye! Hiksss :( I hope to come back to Thailand one day and explore this country more, more, and more! Plus, to shop! I didn't shop much for myself that time!! Gee! Ok, amen to that and see ya on the next story of my great journey! ;)

Minggu, 24 November 2013

Trip to Bangkok Part II

   Pada tulisan gue kali ini, gue akan menceritakan lanjutan tulisan gue yang sebelumnya, yang menceritakan perjalanan perdana gue ke negara lain, yaitu Thailand. Kota pertama yang gue sambangi di negeri gajah itu adalah Bangkok. Di tulisan sebelumnya, gue menceritakan kalau gue pergi ke Terminal 21, Madame Tussauds, Siam Center, Pratunam, bahkan Patpong haha. Nah, kali ini gue mau cerita kalau gue mengunjungi Grand Palace yang super megah, Wat Arun, dan Wat Po.
   Grand Palace itu bagus banget! Tempatnya keren parah dan bangunannya mewah. Waktu pertama kali masuk dan ngeliat tempat-tempatnya aja gue kagum berat sama istana di old town Bangkok itu. Tiket masuknya cukup mahal, 500 baht, tapi worth it, kok. Udah gitu bisa masuk ke 3 tempat, tapi kita nggak sempet aja.






   Lalu kami juga ke Wat Po, tempat patung budha tidur. Itu patungnya besar banget! Bayarnya 100 baht, tapi tempatnya juga kecil, nggak sebesar dan seluas Grand Palace. Patungnya dari emas, loh. Gila, Thailand kaya, cyin! Hahaha. Dan terakhir kita ke Wat Arun, dengan cara nyebrangin sungai Chao Phraya. Ongkosnya 3 baht, dan itu bener-bener cuman nyebrangin sungai, sebentar doang. Berhubung udah capek, nggak foto-foto banyak-banyak lagi, deh. Dan tips nya, mengunjungi Wat Arun untuk fotoin temple nya bagus ketika senja. 
   Ohya, di malam kedua kami nyobain Thai Massage seharga 120 baht untuk 30 menit. Itu enaaak bangeeet! Hampir ketiduran sangking enaknya hahaha. Sayang aja tiba-tiba udah selesai aja. Tapi sumpah, pengen nyobain lagi! Kalau ke Thailand wajib nyobain, yaa.
   
   Malam terakhir di Bangkok kami tutup dengan menaiki bus double decker menuju ke Phuket. Jam 7 malam, bus berangkat. Di dalam bus itu isinya semua bule, kecuali kami bertiga haha. We felt like the real tough girls! Kece nggak? :p Awalnya di bus sempet nggak bisa tidur karena namanya juga di mobil, ya. Kursinya sih nyaman, tapi kaki kami pegel sekali. Lalu kami memutuskan untuk minum antimo dan akhirnya, kami tidur nyenyak. 12 jam kemudian kami terbangun dan disuruh turun di Surat Thani. Dan yeah, belum nyampe Phuket. Perjalanan berikutnya akan gue tulis di tulisan blog gue selanjutnya! So, see you! :D




Esra Masniari Tambunan

Kamis, 21 November 2013

Trip to Bangkok (Part I)

   Finally, I have the chance to write about my last journey! Yep, I could hardly wait to write about my first time of stepping my 40-sized feet overseas before, soooo..... let's just start! Ohya, btw the 1st lucky country was Thailand! :)

   Gue udah penasaran banget sama negeri gajah yg satu ini semenjak 2 tahun lalu. Tekad gue dari awal memutuskan untuk jalan-jalan ke luar negeri pertama kali udah bulat, yaitu harus ke Thailand! Browsing sana-sini, cari-cari tau tentang negeri yg satu ini, akhirnya gue dapet banyak rekomendasi tempat-tempat yg must visit banget buat gue. Lalu gue memutuskan, gue harus banget ke Bangkok dan Phuket!
   Of course, gue ngga mungkin nodong bokap nyokap aja untuk ke Thailand. Gue mesti nabung dulu. But, no problem. Thank God, I work :D Beli tiket jauh-jauh hari, yaitu dari 3 bulan sebelum keberangkatan, nemu tiket promo. Kira-kira Rp 500.000,- pake Air Asia dengan destinasi ke Bangkok. Gue bersama 2 orang temen gue, Ika dan Lydia, pun akhirnya membeli tiket tersebut. Tapi, sayangnya, tiket pulang kami dari Phuket menuju Jakarta cukup mahal akibat panik takut lebih mahal lagi. Kena Rp 1.650.000,- cobak! Lalu ngga lama kemudian, Air Asia bikin promo lagi. Sedih banget, kan? Tapi nggak apa-apa, buat pembelajaran :D

   Kami bertiga pergi bertualang ke Bangkok mengandalkan bacaan sana-sini. Segala macem website gue tekunin, melahap 2 buku tentang jalan-jalan ke Bangkok juga. Gue emang tekad males untuk pake tour karena berasa kayak nenek-nenek aja haha (yang ini opini ngasal yg rada nyebelin OK, I know :p) dan males juga diatur-atur mau kemana. Gue lebih suka berpetualang hehe. And on the 12th Nov '13, we finally arrived in Don Mueang Airport, Bangkok :)
   Kesan gue pertama kali nyampe Bangkok dan langsung nanya-nanya satpam tentang bus menuju daerah Khao San Road, tempat hotel kami berada adalah: man, I need to use tarzan language instead of English only here! Haha. Gue sih udah denger dari review orang-orang tentang Thailand, kalau di sana minim yang bisa berbahasa Inggris. Somehow, gue nemuin orang-orang yg bisa berbahasa Inggris, sih, dan gue bahagia banget, berasa nemuin harta karun! (OK, lebay)

   Gue agak-agak lupa bus nomer berapa yang bawa kami bertiga ke Khao San Road. Yg jelas lucu sih, ongkosnya murah gitu, tapi duit kami pecahan 1000 baht semua haha. Dan kami juga ribet ngitung-ngitungnya awal-awal. Mana habis itu harus pindah bus karena nggak tau kenapa dan ternyata dari bandara Don Mueang ke Khao San Road itu cukup jauh, sampai-sampai kita takut nyasar aja. Belum lagi, kita semua mendadak diturunin di jalan karena lagi ada demo gitu, tepatnya di Democracy Monument, jadi bus nya nggak bisa lewat sampe ke Khao San Road. Lalu kami naik ojek, deh. Dipasang tarif 50 baht, kami oke-oke aja. Mau nawar juga bingung karena nggak tau seberapa dekat/jauh jaraknya dari situ. Yaudah, yg penting nyampe. Btw, hotel kami di Bangkok namanya Four Sons Place :) Murah, deh. Rp 450.000,- untuk 2 malem, patungan bertiga. Fasilitasnya AC, kamar mandi di dalem, sampe wifi. No breakfast, sih, tapi nggak apa-apa, biar bisa wiskul pagi-pagi selama di sana. Gue booking dari Agoda dan nggak lupa baca review tentang hotel itu. Untuk urusan sanitary gue emang rada strict, sih. Boleh hotel murah asal bersih dan bathroom di dalem kamar. Males gitu lah untuk share bathroom, takut bau dan jorok haha. Ohya, gue nyari hotel di daerah Khao San Road, yaitu wilayah para backpackers. Seru banget tempatnya, nggak pernah tidur! Rame terus dan orang-orang jualan sampe tengah malem, makanan enak-enak dimana-mana, Seven Eleven is everywhere, and so is party!! Ah, asik, deh. Tapi kalau untuk liburan keluarga kurang cocok nginep di wilayah ini, yah.



Where to Go in Bangkok?

   Pastinya banyak banget tempat yang bisa dikunjungi di Bangkok. 3 hari 2 malem aja kurang buat gue, tau ngga! Haha. Tempat-tempat yg gue pengen datengin juga nggak semua bisa gue datengin, huf. Tapi nggak apa-apa, sisain buat nanti ke Bangkok lagi :D (amen to that!)
   Jadi, tempat yg gue datengin selama di Bangkok adalah: Hari pertama ke mall Terminal 21 naik bus 511. Agak kurang penting, sih. Tapi nggak apa-apa lah, bisa belanja makanan lucu-lucu yg nggak ada di Indonesia haha. Lalu kita juga nyobain naik BTS Skytrain. Ini bagus, deh. Rada penuh sih, mirip bus trans jakarta, tapi nggak ada macet karena ini merupakan kereta. Jadi rel kereta nya di atas gitu, deh. Sayang banget Jakarta nggak punya ini. Padahal macet di Jakarta dimana-mana. Gedung-gedung tinggi juga lebih banyak di Jakarta ketimbang di Bangkok, tapi transportasi Bangkok lebih nyaman gitu, deh. Selain BTS Skytrain, mereka juga punya MRT, bus yg super banyak untuk kemana-mana. Semoga Indonesia, khususnya Jakarta, ibukota kita juga punya transportasi yang minimal kayak Bangkok lah, suatu saat nanti. Amin.
   Berhubung udah malem, akhirnya kita mutusin untuk balik ke hotel, lalu tidur. Hari kedua kita sarapan di tukang nasi pagi-pagi deket hotel. Dan gue masih terngiang-ngiang sup bening isi darah babi beku yang super lembut dan empuk! OMG gue mau lagi, please!!! Sialnya, besok paginya tuh ibu-ibu jualan nasi udah nggak masak menu sup yang sama lagi. Sedih banget gue T.T
 
   Hari kedua kami bertiga ngujungin Madame Tussauds, museum tempat patung lilin yang isinya orang-orang terkenal, Siam Center, dan malemnya belanja di Pratunam. Asik banget sebenarnya belanja di Pratunam, tapi sayang banget kita udah kecapekan dan udah kemaleman. Sorenya sebelum ke Pratunam itu kita wiskul dulu di Khao San Road. Kita nyobain pancake banana nutella, mango sticky rice, buah-buahan segar, sate-satean, coconut ice cream, Thai tea, daaaan semuanya itu enak-enak banget! Hahaha.We totally forgot about the weight and enjoyed the meal happily :p Btw, tips kalau mau ke Madame Tussauds, mendingan beli tiket masuknya via online. Lumayan, diskon 20%. Dan kalau dateng before noon, yaitu sebelum jam 12 siang, diskon 40%! Lumayan banget, kan. Kami sih ngambil tiket yang coming before noon, dong hehe. Tapi jangan lupa, pembelian via online harus pake credit card dan credit card nya waktu dateng harus ditunjukkin.
Hugging Daddy Will Smith in Madame Tussauds, Bangkok
   Oh iya di malam kedua kita juga mengunjungi kawasan Patpong, yang menyuguhi Ladies attraction. Itu atraksi nya dirty banget asli! Hahahaha. Nggak perlu lah gue ceritain detailnya, cukup jadi kenangan pribadi :)) Pokoknya kocak dan nggak akan terlupakan, juga menakjubkan :)) Jangan lupa juga, ini bukan atraksi suguhan untuk keluarga, yah :p Ahya, kita juga punya kenalan, seorang supir taksi, namanya Num. Masih muda, friendly, dan gaul banget. Plus, dia cukup bisa berbahasa Inggris. Lumayan, dapet temen, deh! :D


....to be continued




Esra Masniari Tambunan

Kamis, 26 September 2013

Pulau Lagi Sama Naposo

   Setelah 2 tahun silam semenjak trip terakhir gue sama naposo ke pulau Tidung, akhirnya bulan Agustus kemaren, kami jalan-jalan bareng lagi! Kali ini kami pergi ke Pulau Pari. Masih di sekitaran kepulauan Seribu juga sih, belum jauh-jauh. Mirip-mirip juga sama pulau Tidung: cukup kotor dan padat penduduk. Bedanya, pulau Tidung nggak punya pantai Perawan yg cantik banget banget kayak pulau Pari. Sumpah, gue suka banget sama pantai Perawannya!
 
Ini temen gue yg motoin di pantai Perawan. Keren bgt ya? Waktu itu masih pagi-pagi huhu cantiknya..

Temen gue, Mindo, yg gue jadiin model. Gayanya jg gue yg atur. Ciamik banget, kan? Suka banget gue sama foto ini

Ini hasil karya gue juga hoho

Adek gue, Esther, di pantai Perawan.

   Seperti biasa, karena gue suka fotografi, gue kebanyakan foto, nggak difoto haha. Tapi gue nggak pernah keberatan, sih!

   Ke Pari kemaren,gue serombongan ada 30 orang kalau nggak salah. Emang banyak banget! Tapi seru abis. Nggak susah-susahan kayak ke pulau Tidung kemaren, kali ini kami setingkat lebih maju ahaha. Menuju Muara Karang, kami naik mobil pribadi milik beberapa anggota naposo, yg ditinggal di parkiran Muara Karang selama 2 hari. Jadi, ketika pulang kami naik mobil itu lagi. Sewaktu di kapal, kami bercanda-canda heboh banget, deh. Dan sempet-sempetnya pula main UNO, padahal duduk aja udah tumplek-tumplekan kayak ikan sarden saking penuhnya itu kapal! But, we had fun! Nggak seperti perjalanan menuju Tidung yg memakan waktu hampir 4 jam, nggak sampe 2 jam kami udah tiba di pulau Pari.
   Kesan pertama nyampe di pulau Pari? Wih, airnya hijau! Masih ada sampah di lautan ternyata dan penduduknya padat juga. Begitu, deh. Btw kami tidur dibagi di 2 rumah singgah. Gue serumah sama Ester, adek gue, Meilyn, Arum, Lydia, Kiki, kak Delfi, kak Dahlia, bang Anto, bang Valent dan bang Sahala. Malemnya, meskipun rumah singgah kami lebih kecil dan orangnya lebih sedikit, tapi suasana lebih seru dan gila. Kami main UNO yg nggak ngerti kenapa bisa jadi heboh banget. Plus, juga pake hukuman kalau kalah. Bang Sahala sama bang Anto sih yg paling kacau dikerjainnya. Kami dandanin, bahkan suruh telanjang dada dan joget-joget ngegangguin temen-temen di rumah sebelah yg lagi (gatau kenapa serius amat) main kartu haha. Ih, seru banget asli!
   
   Selama di pulau Pari ya kegiatannya sih, klasik. Nyoba permainan air yg namanya sofa boat, terus sepedahan (kali ini puji Tuhan sepeda gue nggak hilang kayak di Tidung lol), juga snorkling! Gue baru pertama kali loh, snorkling. Evidently, it was pretty cool! Gue kagum aja cara kita bernapas dengan alat snorkling nya haha. Ikan-ikannya sih biasa ya, tapi lumayan banyak. Gue seneng, akhirnya nyobain snorkling! Oh iya, sewaktu di pulau Pari gue juga nemu bintang laut sama temen-temen gue! Gue berani megangnya, walaupun awalnya geli. Ternyata tekstur bintang laut itu keras, toh, nggak lunak. Tapi gue nggak lama megang-megang para bintang laut itu. Kasihan habisan. Mana dipake sama bang Presly buat main-main pula. Ugh, sebel. Sebagai pencinta hewan, gue ngomel aja.
   Untuk urusan makan, nggak sengsara kayak di Tidung juga haha. Kami makan teratur dengan porsi prasmanan yg udah diatur dan dipesan sama Irene, temen gue. Bahkan, kami sampe ada acara barbeque an segala pake ikan sama cumi. Tapi agak garing, sih, because we had no beer! Lol. Dan kurang aja ngobrol-ngobrol gilanya. Banyak aturan religi haha. Tapi tetep seru, sih. Walaupun langitnya nggak seberbintang pulau Tidung :(

Starfish! :3

Uwuwuw, I am kissing with this cutie :*

   Nah, itu dia pengalaman gue sama temen-temen naposo di pulau Pari! Next time kemana lagi ya?



Ah, I love you, btw, naposo ;)


Esra Masniari Tambunan
  

Kamis, 19 September 2013

It's always sweet and good to go back to where your ancestors came from....... ♥ (Part 2)

  Ini cerita pengalaman gue pulang kampung bagian ke 2. Setelah sebelumnya gue menceritakan gimana indah dan damainya kampung halaman bokap yg super dingin, kali ini gue akan menceritakan pengalaman gue pulang kampung ke kampung halaman nyokap, yaitu Garoga, Samosir; dan masih di kawasan pulau Sumatera Utara tercinta.
   Tahun 2012 lalu, gue beserta keluarga pulang kampung 3 kali ke Sumut dalam setahun. Dan alasannya sudah gue ceritakan di part 1 tulisan gue mengenai pulang kampung ini. Untuk ke Garoga nya sendiri, seinget gue cuman 2x di tahun itu. Kali pertama dan kali kedua. Kali pertama gue hanya sama nyokap dan adek bungsu gue. Saat itu, kami masih bisa seneng-seneng dan menikmati kunjungan kami ke kampung sebagai liburan sekaligus.
Ini Danau Toba hasil foto gue (tanpa editan)
   Hampir sama seperti Nagasaribu, kampung bokap, Garoga juga indah banget serta peaceful. Wangi kepulan asap pagi hari khas kampung, langit biru nan cerah, serta pepohonan hijau dimana-mana. Rumah almarhum opung gue sendiri dikelilingi bukit dan pepohonan. Bahkan ada pohon duren segala! Betapa cinta gue sama kedua kampung gue! :) Bedanya, di Garoga nggak sedingin di Nagasaribu. Paling hanya di malam hari, dan itu pun nggak seberapa. Hal ini dikarenakan Garoga sendiri letaknya di pulau Samosir, yg terkenal dengan lokasi Danau Toba; yaitu danau terluas di Indonesia.



Juga Danau Toba hasil bidikan gue (tanpa editan)

   Di Garoga sendiri sudah ada beberapa lokasi wisata karena Pulau Samosir memang salah satu lokasi pariwisata di Indonesia. Tapi, sayang banget, Danau Toba kalau gue bisa bilang, dilupakan oleh pemerintah. Menurut nyokap, Danau Toba sekarang sepi banget, beda sama dulu yg rame sama wisatawan. Memang, sih, gue lihatnya aja sedih. Banyak lokasi-lokasi turis tapi sepi sekali. Di Indonesia sendiri kan banyak sekali tempat wisata karena alamnya Indonesia itu juara. Sayang aja dilupakan pemerintah sehingga nggak dikembangkan. Sedih...

   

Gue dan Paul, adek bungsu gue di salah satu tempat lokasi wisata. Namanya "Objek Wisata Budaya Batu Kursi Raja Siallagan"

Ulos, kain khas batak, yg dipamerkan di "Objek Wisata Budaya Batu Kursi Raja Siallagan"


   Gue cinta banget sama kampung halaman nyokap. Suasananya teduh banget, alamnya masih terjaga rapi. Sawah juga ada dimana-mana dan mereka terlihat cantik. Pokoknya kalau pengen menjauh dari hiruk pikuk kota, gue rasa kedua kampung halaman gue adalah jawabannya. Untuk mencapai Garoga sendiri diperlukan waktu kira-kira 5 jam dari Medan. Ohya, jangan berharap ada mall atau bioskop di Nagasaribu atau Garoga ya, karena hiburan yg disajikan kedua kampung cantik ini hiburan alam :D

Sawah di sekitar kampung gue di Garoga. MANTAP!

Entahlah. Pemandangan bukit berselimut awan di langit biru di belakang gereja dengan salib suci mana lagi yg kamu dustakan? Priceless. 

   Ah! Jadi kangen banget sama kampung halaman. Menurut gue aneh sekali orang-orang yg nggak rindu sama kampung halamannya sendiri. Apalagi sampai lupa (atau bahkan anehnya, malu) untuk bisa berbicara bahasa daerahnya sendiri. Buat gue sih, itu konyol banget. Sama aja kayak menentang diri sendiri.
   Emang, sih, biaya pulang kampung itu mahal. Bahkan kadang-kadang lebih mahal daripada biaya jalan-jalan ke luar negeri. Sayang sekali, ya? Gue beruntung dan bersyukur karena biaya ini dibiayai oleh kedua orangtua gue. Thanks to teach me how to love myself and where I come from, mom and dad :)


HORAS MAJUA-JUA! LAS DO ROHAKKU TU HO, ALE HUTA KI NA BAGAKKI! :D






Esra Masniari Tambunan



p.s:
2 of my loved ones" Mom and Paul, my baby brother in a ferry, a ship that brought us to cross Danau Toba.

Selasa, 17 September 2013

It's Always Sweet and Good to Go Back To Where Your Ancestors Came From....... ♥ (Part 1)

   My ancestors were from North Sumatera, Indonesia. Bokap bermarga Tambunan, sedangkan nyokap itu boru Rumahorbo. Intinya, gue adalah seorang Batak asli and I'm so proud of that. Kampung halaman gue di Nagasaribu, Balige, yg merupakan asal tempat tinggal bokap. Sedangkan kampung halaman gue dari nyokap itu di Samosir.
I swear, this Sibongbong river is top clear and fresh!!
   Gue sangat bangga akan Nagasaribu. Udaranya masih sangat bersih, dan karena tempatnya di dataran tinggi, suhunya dingin banget. Gue selalu pake jaket tebel, kaos kaki, serta scarf selama di sana. Itu pun gue masih menderita kedinginan akut, bahkan sampai sesek nafas; hal yg gue rasakan jika gue berada di tempat yg udaranya terlalu dingin. Tapi, hal itu nggak mengurangi rasa sayang gue sama Nagasaribu. Air sungainya masih sangat sangat jernih. Pohon ada dimana-mana, bau asap tungku masih kental di pagi hari. Belum terjamah polusi, dan langitnya cantik dan biru sekali. Untuk mencapai Nagasaribu, dibutuhkan waktu 8 jam melewati jalur darat dari kota Medan.
Kata bapak, ini namanya deretan pohon Kaliptus. Ini foto yg gue ambil sewaktu masih on the way menuju Nagasaribu,
Sawah opung gue diliat dari atas

See? Green and blue; colors of life.

   Tahun 2012 lalu, gue 3 kali pulang kampung. Yg pertama, dikarenakan kedua opung gue sakit, dan Uda (sebutan "om" dalam  bahasa batak) gue mau menikah. Yg kedua, dikarenakan opung boru gue meninggal. Dan yg ketiga, dikarenakan opung doli gue meninggal. Jarak meninggal kedua opung gue hanya 4 bulan. Yg gue tahu, bahkan kematian nggak bisa misahin mereka lama-lama, karena mereka itu pasangan yg sangat manis. Karena mereka, gue percaya cinta sejati. Bahkan mereka menginspirasi gue untuk membuat sebuah cerpen berjudul "Yang Tidak Memiliki Usia". Gee.. How I miss my lovely grandparents now and almost everyday.... :")
   Gue gaktau kapan gue bisa pulang kampung ke Nagasaribu lagi. Rumah kedua opung tersayang gue udah kosong, nggak ada yg nempatin. Gue udah nggak bisa menikmati enaknya makanan khas batak, susu kerbau, bikinan opung boru gue yg super baik hati lagi. Udah nggak bisa denger suara merdunya lagi, udah nggak bisa cerita gimana sekolah dan kerja gue lagi ke opung doli gue. Gue juga udah nggak bisa diceritain tentang kerbau dan anjing-anjing opung gue lagi, dan nggak bisa denger suara ketawa mereka yg menenangkan hati lagi. Gila, I miss them like crazy... Wait, I just can't hold my tears.





   Ok, Nagasaribu, gue janji bakal mengunjungi elo lagi suatu hari nanti. I love you, my hometown. Wait for me to go back!





Esra Masniari Tambunan

The Cheapest yet The Funniest Short Holiday Ever

   What's in your head reading the title above? It's definitely Bogor!!!! Yippie!
   5 bulan lalu, gue punya sebuah ide untuk mengajak adek gue serta beberapa temen gue untuk liburan pendek, alias cuman sehari. Gue pengen ngebolang, serta wisata kuliner, juga seru-seruan. Yg ada di otak gue, langsung Bogor. Tahun 2012 lalu gue mengunjungi Bogor, kisahnya ada di link ini. Pada waktu itu, gue mengunjungi Air Terjun Curug Nangka yang cantik jelita. Nah, 5 bulan lalu, gue, Esther (adek gue), Kiki, Mastah, Edho, dan Meilyn mengunjungi Bogor untuk menyambangi Kebun Raya Bogor dan cafe bernama Death by Chocolate. Tujuannya 2: hunting foto dan wisata kuliner! Pesen gue cuman 1 untuk temen-temen gue: "Semua harus bawa duit dengan nominal dengan sebesar Rp 100.000,-. Beberapa temen gue agak worried, takut kalau duitnya kurang. Gue pun pastiin ke mereka, kalau nggak akan deh, kurang. And yes, their concern didn't happen.
   Kami pergi naik kereta, pulang juga naik kereta. Sewaktu di Kebun Raya Bogor, hujan turun, lalu kami basah kuyup. Ujung-ujungnya ya kering, karena seharian di luar haha. Hunting foto di KRB lumayan ok, karena hasil foto yg gue dapet memuaskan.

Salah satu foto orang pacaran yg gue ambil lol.
Banana Euphoria Chocolate, my love
    Di cafe Death by Chocolate, kami mesen 1 dish untuk bareng-bareng, dan namanya yaa nama restaurant itu sendiri: Death by Chocolate. Enak, kok. Tempatnya juga recommended. Tapi, yg paling gue suka itu Banana Euphoria Chocolate. Itu minuman coklat hangat yg dicampur sama rasa pisang dan cinnamon. Enak bangeeet. Ngangenin!
Death by Chocolate. Bentuknya unik.

   Selama perjalanan, gue dan temen-temen nggak henti-hentinya bercanda. It was epic crazy and fun! Dan karena kita pulang udah malem, kereta itu sepi banget. Kita pun sempet-sempetin bercanda sama masinis, bahkan juga foto-foto nyeleneh di gerbong. Urat malu udah pada putus, yg penting having fun! Haha.
Ini gue yang moto. Gila banget, kan, gayanya tuh cewek-cewek?

   Ok, sekian cerita gue mengenai Bogor bersama kawan-kawan wuedan yg nyenengin. Thanks for the cazy trip, girls!!






Esra Masniari Tambunan