Minggu, 27 Maret 2011

Selamat Datang di Usia 20!

Hallo bloggieeeeee. yang bakal gue post ini adalah tulisan waktu gue baru ultah ke 20 :) cekitot baby yeaaaah


  Yeaaaaaaah, 20 tahun! Finally, masuk kepala dua juga gue di tanggal 6 Februari 2011 minggu lalu :) Then, first, Happy Birthday to Me!!!


   Whoaa, dari kemaren-kemaren pengen nulis mengenai pertambahan usia gue ini tapi belum dapet waktu haha. #soksibuk Well, gue punya banyaaaaak sekali harapan untuk diri gue ke depannya di dalam hidup yang gue jalanin ini. Gue pengen kuliah gue sukses, lulus kuliah paling lama 4 tahun dengan IP yang superb great. Lalu selesai kuliah gue langsung dapet kerjaan yang bagus, yang bisa bikin orangtua gue bangga dan bahagia akan prestasi gue. Tapi, selain kerjaan itu bagus, gue juga harus cinta sama pekerjaan itu. Well, gue sih pengen kerja jadi redaksi atau penulis di majalah dan koran, penyiar radio, konsultan, motivator, duta besar, kerja di kedutaan Internasional, guru atau dosen, dan juga penyanyi professional haha. Well, gue juga pengen ketemu jodoh yang seiman, baik hati, tulus, smart, bijak, bertanggung jawab, setia, dan sayang sama gue dan juga keluarga gue! Gue juga pengen bisa jadi panutan untuk adek-adek gue, bisa ngebahagiain dan juga membanggakan bokap nyokap dan adek-adek gue. Gue juga pengen jadi sahabat yang bener-bener baik, dan gue pengen sekali selalu menjadi berkat untuk orang-orang di sekitar gue dimanapun gue berada. Gue pengen bisa menjadi garam dan terang, seperti yang TUHAN YESUS mau. Dan yang terutama, gue berharaaaaaaaap banget, semua harapan dan cita-cita gue itu terkabul. AMIN AMIN AMIN.

   Wow, banyak sekali harapan gue :D Hm, namanya juga manusia. Setiap manusia hidup di dunia harus punya cita-cita, impian, dan tujuan dong. Di usia gue yang semakin dewasa ini juga gue berharap bisa memperbaiki sifat-sifat dan sikap-sikap minus gue. Gue berharap bisa lebih rajin dari yang sebelumnya, bisa dewasa sebagaimana dewasa itu semestinya, dan bisa tetap setia mengoreksi diri sendiri, untuk kemudian diperbaiki. Amin.

   Usia 20, artinya gue harus semakin dewasa. Dewasa itu bagi gue; bukan dengan meilai orang lain yang tidak sejalan sama gue tidak dewasa. Dewasa juga bukan diukur dengan sedih atau tidak sedih seseorang, gundah atau tidak gundah seseorang, karena hidup bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi mengenai keseimbangan. Seseorang gak mungkin terus-terusan bahagia di sepanjang hidupnya. Ada kalanya dong, gundah atau galau. Nenek-nenek umur 78 tahun aja bisa galau kok. Lalu, dewasa juga bukan tidak boleh menangis. Air mata itu manusiawi. Easily touching doesn't mean we aren't mature yet. Note it.

   Dewasa versi gue juga bukan dengan sering sekali mengira orang lain buruk tanpa mempertimbangkan dan mengetahui keadaan sebenarnya. Misalnya kalimat, "Ah, lo pasti yang dateng telat" ditujukan kepada seseorang yang kita engga tahu pasti dia beneran telat atau engga. Dewasa juga bukan menganggap diri sendiri lebih baik daripada diri sendiri. Karena seperti ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk. Jadi, semakin bertambahnya usia, seharusnya kita semakin rendah hati. Berpikiran sempit dan negatif juga bukan alternatif pilihan untuk menjadi dewasa. Tidak munafik, juga seharusnya adalah takaran dewasa yang sesungguhnya.

   Dewasa yang sebenarnya juga adalah mengetahui lubang mana yang membuat kita bisa terperosok, kemudian menghindarinya. Dewasa juga berarti terus belajar. Dewasa juga berarti pertumbuhan iman. Dan yah, ibadah seseorang itu tidak dihitung dari seberapa sering dia menulis status tentang hal-hal berbau rohani, secakap apa dia berbicara, karena urusan ibadah adalah urusan manusia dengan TUHAN. Rajin baca alkitab, ahli ayat, pandai menasehati, bukan berarti dia beriman tebal kemudian jadi jauh lebih hebat. Menjadi berkat bagi setiap orang adalah kuncinya!

   Gue belum tahu sudah dewasa atau belum, karena gue masih sangat perlu bimbingan untuk menjadi sangat-dewasa itu. Jadi, sebenarnya gue belum bisa menilai diri gue sudah dewasa apa belum. Tapi, gue pengen sekali menjadi dewasa yang sesungguhnya, tanpa harus merubah karakter gue yang sebenarnya.

   Di usia 20 dan seterusnya, gue berharap untuk tetap menjadi Esra Masniari Tambunan yang suka nonton film jenis apapun, nyanyi lagu jenis apapun. Tetap jatuh cinta sama pria-pria berkarakter cool dan smart, tetap suka makan es krim mint, tetap nangis nonton film sedih, tetap suka kocak dan gila-gilaan. Tetap tergila-gila sama serial tv NCIS, tetap ngomong kayak anak kecil ke juno, tetap bacain dongeng untuk paul sampai suatu hari dia malu untuk gue bacain lagi. Tetap kritis, tetap menulis, tetap menyanyi. Tetap engga takut kalau engga salah, tetap berkhayal jago main gitar, tetap bisa nangis terharu liat kegembiraan anak-anak di Masterchef Junior. Tetap engga suka dengan anggapan orang yang meremehkan mahasiswa sastra, mahasiswa Universitas swasta, mahasiswa seni, dan tetap menjadi ahli kata untuk itu. Tetap terbuka, dan tetap mempertahankan prinsip-prinsip gue. Tetap setia ngupdate status twitter waktu kejabak macet dan ga ada kerjaan, tetap menjunjung tinggi nilai gengsi-lah-gue-ngomong-sayang-duluan, tetap bawel dan mau tahu terus, dan tetap punya pendapat sendiri tentang apa-gaul-itu. Gaul bagi gue bukan ttg lo sering nongkrong di Sevel atau engga, bukan ttg lo udah pernah minum slurpee yang kayak pop ice atau engga. Gaul juga bukan ttg "ciyee pake BB! minta pinnya dong!" Gaul juga bukan ttg "yess, naik kelas pasang behel :)" Gaul juga bukan mendadak suka naik sepeda, merengek minta beliin fixie. Gaul yang kayak gitu-gitu beda tipis dong sama ngerampok duit bonyok di saat kita masih menuntut ilmu? Gaul bahkan engga berarti apa-apa. Itu menurut gue.

   Gue tetap gue, sampai berpuluh-puluh tahun yang akan datang. Tetap berjuang untuk menjadi lebih dewasa seperti takaran pendapat gue. Tetap tidak takut hantu, tidak takut gelap. Selamat datang di usia 20. Gue tetap cinta lo, wahai diriku ;)

with love,
Esra Masniari Tambunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar